Intinews | Sebanyak 180 gugus pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju mengikuti Continuous Improvement Program (CIP) 2026 dengan menghadirkan inovasi di bidang produksi, efisiensi operasional, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan hingga digitalisasi bisnis. Dari jumlah tersebut, 36 gugus berhasil meraih predikat Gold, Silver, dan Bronze.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan inovasi menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan operasional kilang sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Menurutnya, pekerja memiliki peluang yang sama untuk menghasilkan perbaikan melalui gagasan yang berangkat dari persoalan sehari-hari di lingkungan kerja.
“CIP bukan semata-mata tentang menghasilkan inovasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap tantangan di tempat kerja selalu memiliki peluang untuk diperbaiki. Kami ingin seluruh pekerja memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, mencoba pendekatan baru, dan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi perusahaan,””ujar Khabibullah, Kamis (5/11/2026).
Dalam pelaksanaan CIP 2026, berbagai inovasi dikembangkan oleh pekerja dari lintas fungsi. Gagasannya mencakup optimalisasi proses pengolahan dan peningkatan produksi, penghematan biaya operasional, peningkatan keandalan peralatan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Gugus AEROBOOST, misalnya, mengembangkan inovasi peningkatan produksi Avtur melalui penyesuaian komposisi crude oil.
Di bidang keselamatan fasilitas dan lingkungan, gugus Sungai Gerong merancang struktur pelindung dan perkuatan permanen jembatan pipa menggunakan pipa baja komposit. Inovasi ini ditujukan untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan di Sungai Musi dan Komering.
Sementara itu, gugus ProLab mengembangkan pemanfaatan kembali toluene bekas ekstraksi untuk mengurangi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari aktivitas analisis laboratorium.
Pada aspek digitalisasi, gugus ExportXcelerator mengembangkan aplikasi berbasis web untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan melalui proses kerja yang terdigitalisasi.
Inovasi juga menyasar pengendalian emisi dan keandalan produksi. Gugus Finisher 2.0 memasang filter sleeve untuk mengeliminasi emisi partikel pada proses produksi. Adapun gugus UTL CHAMPION mengembangkan alat deteksi hujan untuk mendukung pemantauan cuaca dan keberlanjutan produksi steam.
Dari 180 gugus peserta, sebanyak 19 gugus memperoleh predikat Gold, sembilan gugus Silver, dan delapan gugus Bronze. Sebanyak 21 gugus lainnya masuk kategori Non-Kategori.
Khabibullah menegaskan, hasil inovasi melalui CIP diharapkan tidak berhenti pada penilaian maupun presentasi. Gagasan yang dihasilkan perlu ditindaklanjuti agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.
“Kami berharap semangat berinovasi ini tidak hanya tumbuh selama penyelenggaraan CIP, tetapi menjadi bagian dari keseharian dalam bekerja. Predikat yang diraih tentu menjadi bentuk apresiasi, namun yang tidak kalah penting adalah proses belajar, keberanian untuk mencoba, serta kemauan untuk saling berbagi pengetahuan,” katanya.
Menurut dia, kontribusi pekerja melalui inovasi menjadi salah satu upaya meningkatkan keandalan kilang, menekan biaya operasional, menjaga keselamatan kerja, dan mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Program perbaikan berkelanjutan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Penerapannya turut mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan operasional Pertamina Patra Niaga RU Plaju. (vv)

















