Intinews | Keandalan pasokan energi selama periode Natal dan Tahun Baru 2025-2026 menjadi bukti kesiapsiagaan Pertamina Group dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya mobilitas nasional. Melalui pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pertamina menjaga seluruh rantai pasok energi agar berjalan aman, andal, dan terkoordinasi sebagai bagian dari komitmen memperkuat ketahanan energi nasional.
Sebagai penanda berakhirnya masa siaga tersebut, PT Pertamina (Persero) secara resmi menutup Satgas Nataru 2025-2026 pada Rabu, 15 Januari 2026. Penutupan Satgas Pertamina Group dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Perwira Pertamina, baik di pusat maupun daerah, atas kedisiplinan dan kepatuhan dalam menjalankan Satgas sesuai standar yang ditetapkan.
“Keberhasilan satgas Nataru didukung oleh beberapa faktor, diantaranya kesiapan infrastruktur, monitoring harian yang sangat disiplin dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta koordinasi lintas fungsi dan Subholding yang semakin solid” tambah Simon.
Penutupan Satgas tersebut diikuti oleh seluruh unit operasi Pertamina Group. Kilang Pertamina Plaju turut berpartisipasi dalam rangkaian penutupan Satgas Nataru 2026 yang dilaksanakan secara daring, kegiatan tersebut dihadiri oleh General Manager PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III (RU III) Plaju, Khabibullah Khanafie, beserta jajaran manajemen.
Kilang Pertamina Plaju Jaga Keandalan Operasi Selama Satgas Nataru
Selama periode Satgas Nataru, Kilang Pertamina Plaju berperan aktif menjaga keandalan operasional kilang guna mendukung ketersediaan energi, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Seluruh unit operasi berjalan sesuai rencana dengan penguatan koordinasi lintas fungsi serta kesiapsiagaan pekerja yang bertugas selama masa libur akhir tahun.
General Manager PT KPI RU III Plaju, Khabibullah Khanafie, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Satgas Nataru merupakan hasil dari komitmen dan sinergi seluruh perwira kilang dan para stakeholder terkait.
“Selama periode Satgas Nataru, operasional Kilang Pertamina Plaju berjalan dengan andal dan aman. Seluruh pekerja berkomitmen menjaga keandalan operasi dengan tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
HSSE Golden Rules Jadi Fondasi Keberhasilan Operasi
Keberhasilan pelaksanaan Satgas Nataru 2025-2026 tidak terlepas dari konsistensi penerapan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) di seluruh lini kerja. Kilang Pertamina Plaju secara disiplin menerapkan HSSE Golden Rules yang berlandaskan prinsip Patuh, Intervensi, dan Peduli sebagai pedoman perilaku keselamatan kerja.
Penerapan HSSE Golden Rules mendorong seluruh pekerja dan mitra kerja untuk menjalankan aktivitas sesuai prosedur, berani melakukan intervensi terhadap potensi risiko, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan diri, rekan kerja, dan lingkungan. Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan keandalan operasi kilang selama masa Satgas.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Kemandirian Energi Nasional
Seiring berakhirnya Satgas Nataru, Pertamina Group memasuki masa transisi persiapan kesiapsiagaan menuju Satgas Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Bagi Kilang Pertamina Plaju, momentum ini menjadi penguat komitmen untuk terus meningkatkan keandalan operasi kilang secara berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh perwira kilang, Kilang Pertamina Plaju senantiasa berharap agar setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa. Selaras dengan Asta Cita Presiden yaitu upaya menjaga keandalan dan kemandirian energi nasional sebagai bagian dari kontribusi strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. (vv)















