Intinews | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin meluncurkan program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) untuk memperkuat ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir. Program ini dikolaborasikan dengan Kampung Nelayan Merah Putih agar pembangunan ekonomi pesisir tidak hanya berbasis produksi, tetapi juga terintegrasi dengan akses keuangan, perlindungan, dan keberlanjutan.
Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki potensi besar di sektor perikanan, pengolahan hasil laut, ekowisata mangrove, wisata budaya, serta kuliner khas seperti pempek udang. Desa ini juga meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dan menjadi salah satu pilot project Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia.
Program kolaboratif ini menargetkan Pesisir Berdaya Sumatera Selatan 2026 sebagai model pengembangan wilayah pesisir yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Program diharapkan mendorong peningkatan akses layanan keuangan, edukasi ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara menyeluruh.
“Kami ingin desa-desa pesisir tidak hanya maju dari sisi produksi, tetapi juga mendapatkan akses keuangan dan perlindungan sehingga masyarakat lebih sejahtera,” ujar Arifin Susanto, Kepala OJK Sumsel, Selasa (13/1/2026).
Bupati Banyuasin, Askolani, menambahkan bahwa kawasan pesisir Sungsang memiliki potensi wisata dan UMKM unggulan, termasuk Taman Wisata Sembilang, pempek udang, terasi udang, dan kerupuk udang. Rencana kolaborasi juga mencakup wisata tematik, salah satunya program “Sehari Menjadi Nelayan”, untuk menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Kerja sama ini bertujuan mengedukasi masyarakat pesisir terkait keuangan sekaligus membuka akses pendanaan agar kesejahteraan mereka meningkat,” kata Askolani.
Ia menegaskan komitmen Pemkab Banyuasin untuk mendukung program OJK agar pertumbuhan ekonomi pesisir dan inklusi keuangan masyarakat dapat meningkat.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di Pemkab Banyuasin serta perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ekonomi pesisir di Sumatera Selatan.(vv)















