Intinews | Setelah meresmikan Groundbreaking underpass PT MIP Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melanjutkan agenda “Maraton Infrastruktur” di hari yang sama dengan melakukan Groundbreaking Jembatan Flyover KM 111 khusus Batubara milik PT Serpo Lintas Raya. Proyek ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memanusiakan pengguna jalan umum di lintas Kabupaten Lahat – Muara Enim.
Dalam suasana penuh kebanggaan, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa penataan jalur logistik batubara bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat Sumatera Selatan yang sudah bertahun-tahun terdampak.
“Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berbagi ruang dengan kendaraan besar bermuatan batubara di jalan umum. Ini bukan soal pemerintah kejam atau tidak terhadap industri, tapi ini soal hati nurani. Kita ingin semua nyaman; negara dapat devisanya, perusahaan dapat profitnya, dan rakyat dapat kenyamanan serta keamanannya,” tegas Herman Deru dengan penuh haru.
Gubernur mengapresiasi langkah PT Serpo Lintas Raya yang memilih berinvestasi pada infrastruktur jalan khusus demi kebaikan bersama. Menurutnya, industri pertambangan sebagai penyumbang devisa negara yang besar sudah sepatutnya dikelola dengan cara-cara yang elegan dan tidak mengorbankan hak publik.
Jembatan Flyover yang akan dibangun ini dirancang sebagai jalur “melayang” yang memutus persinggungan antara truk batubara dengan kendaraan pribadi masyarakat.
Direktur Utama PT Serpo Lintas Raya, Viktor, menjelaskan spesifikasi teknis proyek ambisius tersebut yang mana Panjang jembatan 370 Meter dengan Lebar 11 Meter yang memakan waktu kurang lebih 12 Bulan.
“Flyover ini adalah bentuk penyempurnaan jalur aktivitas pengangkutan kami. Kami menyadari tantangan konstruksi seperti cuaca mungkin akan muncul, namun kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu demi mendukung program Bapak Gubernur,” ujar Viktor. (vv)















