Intinews | PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan gas bumi untuk mendukung operasional RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, yang beroperasi selama 24 jam. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna memastikan penyaluran gas berjalan aman dan optimal.
RSUP Dr. Sardjito saat ini memanfaatkan gas bumi sekitar 30 ribu meter kubik per bulan, yang digunakan untuk operasional boiler pemanas dan kebutuhan energi dapur rumah sakit. Ke depan, layanan penyaluran gas bumi akan ditransisikan dari PGN Gagas ke PGN, dengan tetap menjaga kualitas serta kontinuitas pasokan.
Pada Kamis (22/1/2026), BPH Migas bersama PGN melakukan monitoring langsung penyaluran gas bumi ke rumah sakit rujukan nasional tersebut. Kegiatan ini dihadiri Komite BPH Migas Arief Wardono dan Eman Salman, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Heri Murahmanta, Area Head PGN Semarang Sugiyanto Eko Cahyono, serta manajemen RSUP Dr. Sardjito.
Komite BPH Migas Arief Wardono menyampaikan bahwa secara umum penyaluran gas bumi kepada pelanggan PGN, baik sektor komersial maupun rumah tangga, berada dalam kondisi aman tanpa gangguan operasional.
Untuk RSUP Dr. Sardjito, BPH Migas memastikan pasokan gas bumi mampu menopang seluruh aktivitas vital rumah sakit secara berkelanjutan, sekaligus meminta PGN menjaga kualitas layanan sesuai kebutuhan fasilitas kesehatan.
PGN menegaskan bahwa penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito saat ini menggunakan skema beyond pipeline berupa Compressed Natural Gas (CNG) yang disuplai oleh anak usaha, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).
“PGN hadir sebagai mitra strategis sektor kesehatan untuk memastikan layanan energi yang aman dan tersedia 24 jam. Dengan sinergi bersama pemerintah, rumah sakit dapat fokus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Area Head PGN Semarang, Sugiyanto Eko Cahyono.
Pihak RSUP Dr. Sardjito menyambut positif kerja sama pemanfaatan gas bumi tersebut. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito Riat El Khair menyebut penggunaan gas bumi memberikan manfaat signifikan, baik dari sisi efisiensi biaya maupun keberlanjutan lingkungan.
“Pemanfaatan gas bumi mampu menekan biaya energi hingga sekitar 30 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya, sekaligus mendukung upaya rumah sakit menuju pengelolaan lingkungan yang lebih ramah lingkungan”, katanya.
Saat ini, PGN melayani 3.517 sambungan rumah serta pelanggan kecil, UMKM, dan komersial di wilayah Yogyakarta. PGN menyatakan akan terus memperluas layanan gas bumi sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan energi nasional dan peningkatan pelayanan publik.















