Intinews | Pertamina mendukung penuh rencana besar hilirisasi batubara melalui proyek Dimethyl Ether (DME) sebagai agenda besar mewujudkan swasembada energi nasional.
Selain sebagai offtaker dan distributor, Pertamina terus mendukung pengembangan bisnis terintegrasi untuk kelancaran rantai pasok DME, melalui pemanfaatan jetty (dermaga) di area Kilang Sungai Gerong di Refinery Unit III sebagai infrastruktur penunjang.
Managing Director Industrialization Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Ardy Muawin menyebut, Pertamina sebagai motor ketahanan energi, memiliki peran penting dalam mendukung proyek DME.
“Kita membutuhkan kolaborasi, sudah ada garis yang jelas, apa saja role MIND ID, dan apa saja role Pertamina,” ujar Ardy usai menunjang LPG Plant Pulau Layang dan fasilitas Jetty di Kilang Pertamina Plaju, Palembang, Kamis (29/01/2026).
Ia menyebut, bicara soal proyek DME adalah soal ketahanan energi, dan menjalankan mandat konstitusi, sebagaimana Pasal 33 UUD 1945 berbunyi, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.
Untuk itu, Pertamina telah memperkuat kolaborasi strategis ini melalui penandatanganan kerja sama dengan MIND ID sebagai holding industri pertambangan pada Jumat (09/01/2026) lalu, dimana Pertamina akan menjadi offtaker dan aggregator infrastruktur distribusi.
General Manager PT RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Khabibullah Khanafie mengatakan, Kilang Plaju menyambut baik rencana pemanfaatan fasilitas jetty sebagai tahapan penting untuk mendukung pengembangan bisnis dan memastikan kesiapan infrastruktur supply chain produk DME ke depan.
Kunjungan ini, menurutnya menjadi langkah konkret untuk menyelaraskan perencanaan bisnis dengan kesiapan fasilitas dan operasional di lapangan, sehingga keputusan strategis yang diambil dapat berbasis kondisi riil.
“Kami menegaskan komitmen Refinery Unit III Plaju dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Khanafie.
Sebagai gambaran, saat ini Kilang Pertamina Plaju memiliki sepuluh fasilitas jetty, yang terdiri dari enam jetty di area Sungai Gerong dan empat jetty di area Plaju, yang seluruhnya digunakan untuk mendukung kelancaran operasional bisnis kilang. (vv)















