Intinews | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) melaporkan hasil menggembirakan dari pemboran sumur pengembangan TMB-026 yang dioperasikan oleh Pertamina EP Asset 2 Region 1 Zona 4. Sumur tersebut mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 808 barel minyak per hari (bph).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pemboran sumur TMB-026 telah dinyatakan selesai pada 22 Januari 2026. Selanjutnya, uji produksi dilakukan pada 16 Februari 2026 terhadap dua lapisan produktif, yakni TAF-G (interval 1524–1528 mMD) dan TAF-K1 (interval 1574–1577 mMD).
“Dari hasil uji produksi sementara, sumur ini mampu mencapai initial produksi 808 barel per hari,” ujar Djoko, Kamis (19/2/2026).
Berlokasi 20 Km Tenggara Prabumulih
Secara geografis, sumur TMB-026 berada pada struktur batuan Tanjung Miring Barat, sekitar 20 kilometer sebelah tenggara Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Target utama pengeboran adalah lapisan TAF-A3 dengan target tambahan pada lapisan TAF-D1.
Sumur ini dibor menggunakan metode pemboran miring (directional well) Type-S dengan dukungan Rig PDSI#25.2/LTO750-M berkapasitas 750 HP. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 1.665,5 meter measured depth (mMD) dalam tiga trayek dan diselesaikan dalam waktu 26 hari, lebih cepat satu hari dari rencana awal 27 hari hingga tahap uji produksi.
Efisiensi Biaya di Bawah AFE
Dari sisi investasi, SKK Migas mencatat estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai US$3,93 juta, atau sekitar 83,66 persen dari total Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui untuk tiga trayek pemboran.
Capaian ini menunjukkan efisiensi operasional sekaligus keberhasilan pengendalian biaya dalam proyek pengembangan lapangan.
Strategi Menjaga Produksi Tetap Optimal
Djoko menjelaskan, tahapan berikutnya adalah melanjutkan uji produksi dan mengatur laju alir (rate) secara optimal agar tekanan reservoir tetap terjaga. Strategi ini penting untuk mencegah terjadinya water coning atau penurunan kualitas produksi yang terlalu cepat.
“Kami akan mengatur rate produksi agar reservoir tidak cepat mengalami penurunan performa, sehingga produksi dapat bertahan lebih lama. Mohon doa agar angka 808 bph ini bisa sustain,” ujarnya.
Dorong Target Produksi Migas Nasional 2026
Tambahan produksi dari sumur TMB-026 diharapkan turut memperkuat kontribusi Pertamina EP terhadap target produksi minyak nasional tahun 2026. Di tengah tantangan penurunan alamiah (natural decline) lapangan-lapangan tua, keberhasilan pemboran sumur pengembangan seperti ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lifting nasional.
SKK Migas menegaskan akan terus mendorong percepatan pemboran sumur pengembangan dan eksplorasi sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor minyak. (vv)


















