Intinews | Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan resmi meluncurkan program InkuBI Sultan Muda Sumatera Selatan 2026, Jumat (24/4/2026) di Hotel Excelton. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM muda agar mampu bersaing di tengah percepatan digitalisasi ekonomi.
Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono, serta sejumlah pejabat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Sebanyak 150 pelaku UMKM terpilih mengikuti program ini setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka berasal dari berbagai sektor, dengan dominasi usaha makanan dan minuman sebesar 55 persen, disusul fashion, jasa, dan kerajinan.
Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menegaskan bahwa InkuBI Sultan Muda bukan sekadar pelatihan biasa. Program ini dirancang menyeluruh, mencakup aspek pemasaran digital hingga penguatan legalitas usaha.
“Program ini kami siapkan sebagai wadah pengembangan UMKM muda secara komprehensif. Tidak hanya digital marketing, tetapi juga mencakup legalitas, perizinan, hingga akses pembiayaan,” ujar Bambang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan wirausahawan muda yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Secara teknis, peserta akan mengikuti pembekalan intensif selama empat hari. Setelah itu, dilakukan proses kurasi untuk menentukan peserta yang berhak mendapatkan pendampingan lanjutan selama dua bulan.
Peserta pemula akan difokuskan pada penguatan dasar bisnis, sementara peserta lanjutan akan mendapatkan pelatihan tingkat lanjut melalui skema Training of Trainers (ToT), sehingga dapat menjadi mentor bagi pelaku UMKM lainnya.
Program ini juga mendorong peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai etalase produk dan marketplace sebagai kanal penjualan utama. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar UMKM lokal hingga ke tingkat nasional bahkan global.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak wirausahawan muda yang inovatif, tangguh, dan siap menghadapi dinamika dunia usaha,” kata Herman Deru.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, dan sektor swasta harus terus diperkuat agar dampak program benar-benar dirasakan secara luas.
Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, mulai dari sektor pertanian seperti kopi dan kelapa hingga industri kreatif seperti makanan olahan dan wastra. Komposisi peserta InkuBI 2026 menunjukkan bahwa sektor konsumsi masih menjadi primadona sekaligus memiliki peluang pasar yang luas.
Dengan hadirnya InkuBI Sultan Muda 2026, diharapkan lahir generasi baru pengusaha muda yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang pesat di era digital. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis UMKM. (vv)

















