Intinews | Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatanmulai mengarahkan ulang strategi penanganan kemiskinan. Fokus tidak lagi semata pada penyaluran bantuan sosial, melainkan menjadikannya instrumen penggerak ekonomi guna menurunkan tingkat kemiskinan hingga satu digit.
Hingga saat ini, angka kemiskinan di Sumsel masih berada di kisaran 10,15 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat 9,05 persen. Kondisi tersebut mendorong perlunya kebijakan yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan bahwa target satu digit telah menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan otoritas keuangan, namun membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis.
“Menurunkan kemiskinan ke satu digit tidak bisa dilakukan dengan cara biasa. Diperlukan upaya tambahan agar masyarakat berpendapatan rendah benar-benar bisa keluar dari garis kemiskinan,” kata Bambang, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, salah satu skema yang tengah disusun adalah mengintegrasikan bansos dengan program pemberdayaan ekonomi, sehingga bantuan yang diterima masyarakat dapat menjadi modal awal untuk aktivitas produktif.
“Bantuan sosial ke depan perlu diarahkan agar mendukung pengembangan ekonomi rakyat dan tidak bersifat jangka pendek,” jelasnya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Bank Indonesia menegaskan pentingnya kerja bersama lintas lembaga. Sejak awal 2026, BI bersama OJK dan Pemprov Sumsel mulai menyelaraskan berbagai program agar saling melengkapi dan tidak tumpang tindih.
Sejumlah fokus utama pun disiapkan, mulai dari perluasan akses pembiayaan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), penguatan digitalisasi desa guna meningkatkan literasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dengan kolaborasi yang kuat, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga menjangkau hingga wilayah pedesaan,” ujar Bambang.
Meski diakui bukan target yang mudah, Bank Indonesia menyatakan optimistis penurunan kemiskinan ke level satu digit dapat dicapai. Sinergi antara Pemprov Sumsel, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi vertikal dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kami optimistis, dengan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, target ini bisa diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkas Bambang. (vv)















