Intinews | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mendorong Pertamina dalam hal ini PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai operator blok Rokan untuk segera memperluas cakupan injeksi Chemical dalam proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) di blok Rokan.
Seperti diketahui baru saja dilakukan injeksi dalam skala keekonomian oleh PHR dalam rangka melanjutkan proyek EOR di Rokan, tepatnya di lapangan Minas area A.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas menegaskan Pertamina harus bisa segera meningkatkan kapasitas program EOR di Rokan dengan melakukan injeksi chemical di beberapa area yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Dengan chemical EOR produksi minyak naik dan untuk area lainnya bisa dipercepat setelah area A sukses,” tegas Djoko, Rabu (24/12).
Chemical EOR di Minas Area A akan membuka peluang pengembangan di area lain di Wilayah Kerja Rokan, seperti Minas Area B, C, dan D, Balam South, Balam, Bangko, hingga Petani.
Lapangan Minas, yang dikenal sebagai penghasil Sumatra Light Crude memiliki luas wilayah 204,37 km², dengan 1.243 sumur aktif dan rata-rata produksi harian 29 ribu barel minyak per hari (bph). Saat ini rata-rata produksi blok Rokan sekitar 150 ribuan bph.
Dari sisi produksi, proyek CEOR ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sekitar 70 ribu barel minyak per hari (bph) pada tahun 2030, dan mencapai puncak produksi hingga 200 ribu barel minyak per hari (bph) pada tahun 2036.
Oki Muraza, Wakil Direktur Utama Pertamina mengungkapkan keberhasilan CEOR, khususnya pada lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang umur lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.
PHR menggunakan bahan kimia yang merupakan kombinasi dari 3 bahan kimia yaitu alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) yang diinjeksikan ke dalam reservoir untuk menyapu minyak keluar dari pori-pori batuan.
“Yang patut kita banggakan bersama, surfaktan sebagai komponen utama dalam teknologi CEOR ini merupakan hasil inovasi perwira Pertamina. Efektivitasnya telah melalui serangkaian pengujian baik di laboratorium maupun di lapangan, sehingga memastikan keandalan dan kesiapan teknologi ini untuk diterapkan secara komersial,” lanjut Oki Muraza. (**)















