Perkembangan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Tahun 2024 Tumbuh Positif

Intinews | Deputi Direktur Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sumsel Babel, Tito Adji Siswantoro menerangkan perkembangan kinerja lembaga jasa keuangan tahun 2024 menunjukkan tren positif.

Tito menerangkan kinerja perbankan di wilayah Sumbagsel per April 2024 tumbuh positif.

“Disisi aset dan kredit masing-masing meningkat sebesar 4,44% dan 7,15% (YoY) seiring dengan kinerja nasional yang juga tumbuh masing-masing sebesar 8,63% dan 13,12%”, jelas Tito pada awak media, (9/7) di Yogyakarta.

Sedangkan untuk.dana pihak ketiga (DPK) menurun sebesar 0,61%, dibandingkan dengan nasional tumbuh 8,23%.

Hal tersebut terutama disebabkan oleh kebijakan pemerintah dalam menempatkan dana APBD ke Bank Daerah. LDR 110,74% dengan rasio NPL Gross dan NPL Net yang masih terjaga dibawah 5%.

Penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaan masih didominasi oleh kredit produktif diseluruh wilayah Sumbagsel dengan pertumbuhan yang tumbuh positif.

“Shared kredit UMKM menurut lokasi bank diwilayah Sumbagsel sebesar 40,33% (di atas target nasional sebesar 30% tahun 2024) terhadap total kredit yang disalurkan”, ungkapnya.

Sementara jumlah Galeri Investasi di wilayah Sumbagsel berjumlah 100 GI
yang tersebar di 5 provinsi. Di Provinsi Sumsel dan Provinsi Kep Babel masing-masing berjumlah 21 GI dan 17 GI.

Total SID Total diwilayah Sumbagsel berjumlah 888.871 SID dengan komposisi terbanyak di Prov. Sumsel sebanyak 339.780 SID.

Lanjut Tito secara umum, total piutang pembiayaan Sumbagsel cukup baik dan tumbuh positif pada bulan April 2024.

“Total piutang pembiayaan Sumbagsel mencapai Rp41,4 Triliun dengan jumlah kontak pembiayaan mencapai 6, 03 juta unit kontrak”, terangnya.

Berdasarkan jenisnya, pembiayaan yang disalurkan pada perusahaan pembiayaan didominasi Konvensional (97,05%) dengan jenis pembiayaan.

Sampai dengan Juni 2024, jumlah pengaduan Provinsi Sumsel dan Babel yang diselesaikan sebanyak 79% pengaduan yang dialihkan ke LAPS sebanyak 5 % dan sisanya dalam proses penyelesaian dengan total pengaduan mencapai 334.

Total Permintaan SLIK melalui IDEBKU di Kantor OJK Provinsi Sumsel Babel mencapai sebanyak 5.568 permintaan, yang didominasi oleh permintaan Walk In sebanyak 4.241 permintaan (76,2%). (Vie)