Intinews | Kilang Plaju kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan tertinggi PROPER Emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025. Ini menjadi kali keempat bagi Kilang Plaju menerima penghargaan bergengsi tersebut, sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan dalam transformasi hijau dan praktik bisnis ramah lingkungan.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah pada Selasa (7/4/2026).
Dalam sambutannya, Hanif mengapresiasi perusahaan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Upaya yang dilakukan perusahaan berkontribusi pada efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dorong Beyond Compliance dan Inovasi Lingkungan
General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus melampaui standar kepatuhan lingkungan (beyond compliance).
“Kami tidak hanya ingin menjadi perusahaan yang taat regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Salah satu faktor utama yang mengantarkan penghargaan ini adalah inovasi unggulan COST FLORESS (Crude Oil Selection and Flare Optimization for Reduce Loss). Program ini mampu menekan emisi CO₂ dari aktivitas flaring hingga 97,8% serta mengurangi potensi penipisan ozon hingga 71,96%, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kilang.
Inovasi Sosial Dorong Kemandirian Masyarakat
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, Kilang Plaju juga menunjukkan komitmen kuat dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu inovasi yang menonjol adalah pengembangan ekosistem perikanan berbasis masyarakat di Desa Sungai Gerong. Program ini berhasil mendorong konservasi ikan belida—spesies endemik Sungai Musi yang terancam punah—sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pembentukan 30 sentra perikanan terintegrasi yang melibatkan lebih dari 300 warga dari kelompok rentan, program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menciptakan pusat pembelajaran berbasis komunitas.
Bahkan, upaya konservasi tersebut berhasil mendomestikasi beberapa spesies ikan belida langka, termasuk penemuan kembali spesies identitas Palembang, Chitala hypselonotus, yang terakhir tercatat pada 2015.
Konsistensi dalam Pembangunan Berkelanjutan
Raihan PROPER Emas ini melengkapi rekam jejak Kilang Plaju yang sebelumnya telah meraih PROPER Hijau selama sembilan tahun berturut-turut (2013–2021), serta PROPER Emas sejak 2022 hingga 2025.
Capaian ini menegaskan bahwa Kilang Plaju tidak hanya fokus pada keberlangsungan bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta ketahanan lingkungan di Indonesia.
Melalui sinergi inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, Kilang Plaju terus memperkuat posisinya sebagai pelaku industri energi yang berorientasi pada masa depan hijau dan berkelanjutan. (vv)

















