Intinews | Sisa kebakaran masih tampak di antara dinding yang menghitam dan puing-puing rumah warga di kawasan 8 Ulu, Palembang. Di tengah suasana itu, korban bencana mencoba menata kembali hari-hari setelah musibah yang mengubah banyak hal dalam waktu singkat.
Pada Senin (20/10/2026), Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menyambangi warga terdampak kebakaran di kawasan tersebut. YBM PLN UID S2JB membawa sejumlah bingkisan kebutuhan darurat bagi korban sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan untuk membantu meringankan kebutuhan pascabencana.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung Senior Manager Perencanaan PLN UID S2JB, Armunanto, dan Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID S2JB, Wahyudi, didampingi Ketua YBM PLN UID S2JB, Didi Rahmad beserta jajaran. Selain menyerahkan bantuan, rombongan juga melihat langsung kondisi permukiman yang terdampak serta berbincang dengan warga mengenai situasi yang mereka hadapi.
Bagi Andre, salah satu warga terdampak, perhatian yang datang setelah musibah memberi arti tersendiri. Di tengah kondisi ketika banyak kebutuhan harus kembali dipenuhi dari awal, bantuan yang diterima menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit itu sendirian.
“Terima kasih kepada YBM PLN dan semua yang sudah datang melihat kami. Setelah kejadian ini memang banyak yang harus kami pikirkan lagi dari awal. Bantuan ini sangat berarti buat kami dan mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan darurat pascabencana,” ujar Andre.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID S2JB, Wahyudi, mengaku prihatin dan berharap bantuan tersebut dari YBM PLN dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Kami datang melihat langsung kondisi warga untuk menyerahkan amanah dari rekan-rekan PLN melalui YBM. Harapannya, semoga bantuan ini dapat membantu kebutuhan yang paling mendesak sekaligus menjadi bentuk dukungan moral agar warga tetap kuat menjalani proses pemulihan,” kata Wahyudi.
Sementara itu, Senior Manager Perencanaan PLN UID S2JB, Armunanto, menambahkan bahwa semangat gotong royong menjadi penting dalam menghadapi masa pemulihan setelah bencana.
“Musibah seperti ini tentu berat bagi warga yang mengalaminya. Kami berharap kepedulian dari berbagai pihak dapat terus mengalir sehingga proses pemulihan bisa dijalani bersama-sama. Semoga masyarakat diberikan kekuatan dan kemudahan untuk kembali menata kehidupan,” ujar Armunanto.
Bantuan yang disalurkan YBM PLN UID S2JB berasal dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang dihimpun untuk berbagai program sosial dan kemanusiaan untuk penerima yang berhak dan membutuhkan. Melalui pengelolaan tersebut, kepedulian insan PLN diarahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Di antara puing yang masih tersisa, kehidupan warga perlahan harus dimulai kembali. Bantuan yang datang mungkin tidak dapat menggantikan semua yang hilang, tetapi setidaknya menjadi penanda bahwa di tengah musibah, masih ada tangan-tangan yang hadir untuk menguatkan. (*)

















