Intinews | Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan operasional dan perlindungan masyarakat melalui pelaksanaan simulasi kedaruratan (emergency drill) di Fuel Terminal (FT) Lahat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (30/12) dan melibatkan tidak hanya unsur internal perusahaan, tetapi juga 50 warga Kelurahan Pasar Lama yang berada di sekitar wilayah operasional.
Simulasi kedaruratan tersebut dilaksanakan di area Kantor Fuel Terminal Lahat serta lingkungan Kelurahan Pasar Lama sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko terpadu. Langkah ini menjadi penting mengingat lokasi operasional FT Lahat yang berbatasan langsung dengan kawasan permukiman, sehingga menuntut kesiapsiagaan kolektif antara perusahaan dan masyarakat.
Pelaksanaan emergency drill melibatkan unsur lengkap, mulai dari Pemadam Kebakaran, Tim Medis, Tim Keamanan, Site Emergency Response Team (SERT), Kepolisian, hingga masyarakat sekitar. Keterlibatan lintas pihak ini mencerminkan pendekatan komprehensif Pertamina Patra Niaga dalam memastikan bahwa aspek keselamatan tidak hanya dijalankan secara internal, tetapi juga terintegrasi dengan lingkungan sekitar.
Skenario simulasi dirancang berdasarkan potensi risiko aktual, diawali dengan kebocoran gas yang berdampak hingga ke permukiman warga dan berpotensi memicu kebakaran. Dalam simulasi tersebut, diterapkan prosedur penanganan darurat secara menyeluruh, mulai dari aktivasi sistem pengamanan water wall, respons cepat tim pemadam kebakaran, hingga proses evakuasi warga menuju titik kumpul yang telah ditetapkan sesuai standar keselamatan.
Salah satu warga Kelurahan Pasar Lama, Marzinah, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kejelasan prosedur dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.
“Dengan adanya simulasi ini, kami menjadi lebih memahami jalur evakuasi dan mekanisme yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Marzinah.
Lurah Kelurahan Pasar Lama, Risnawati, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang secara konsisten membangun kesiapsiagaan dan melibatkan masyarakat dalam upaya keselamatan bersama. Sinergi seperti ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertata,” ungkap Risnawati.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian integral dari tata kelola perusahaan.
“Pelaksanaan emergency drill merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mengelola risiko operasional secara bertanggung jawab. Keselamatan bukan hanya kewajiban internal, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem keselamatan yang andal dan berkelanjutan,” jelas Rusminto.
Kegiatan simulasi kedaruratan ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, khususnya pada aspek keselamatan, pengelolaan risiko, dan kontribusi sosial. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 8 terkait lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan serta Tujuan 11 mengenai pembangunan kota dan komunitas yang tangguh. (vv)















