Intinews | PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ledakan tabung LPG yang terjadi di Jalan Ratu Sianum Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, pada Sabtu (31/1/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan empati kepada para korban serta masyarakat yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Kami turut berempati atas dampak yang dialami oleh korban dan keluarga serta masyarakat sekitar,” ujar Rusminto Wahyudi dalam keterangan resminya, Selasa (3/2/2026).
Terkait insiden tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan menghormati dan mendukung sepenuhnya proses penanganan serta investigasi yang saat ini dilakukan oleh aparat berwenang guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh dan objektif.
Sebagai badan usaha yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan penyaluran LPG kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, kualitas produk, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan regulasi yang berlaku.
Rusminto menjelaskan bahwa LPG yang didistribusikan melalui jaringan resmi Pertamina telah melalui proses pengendalian mutu yang ketat, mulai dari pengisian, pemeriksaan kelayakan tabung, hingga penyaluran ke konsumen.
“Seluruh tabung LPG yang disalurkan melalui jaringan resmi telah melewati tahapan pengujian sesuai standar keselamatan yang berlaku,” jelasnya.
Namun demikian, Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan bahwa berdasarkan ketentuan umum keselamatan penggunaan LPG, potensi kebocoran maupun insiden dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya di tingkat konsumen. Faktor tersebut antara lain kondisi perlengkapan pendukung seperti regulator dan selang, serta tata cara pemasangan dan penggunaan yang tidak sesuai standar.
Untuk itu, Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan LPG, di antaranya dengan memeriksa kondisi tabung secara berkala, memastikan regulator dan selang terpasang dengan benar, serta menggunakan perlengkapan berstandar SNI.
Masyarakat juga diminta untuk segera menjauh dari sumber api dan menghubungi layanan darurat atau Pertamina Contact Center 135 apabila tercium bau gas atau ditemukan indikasi kebocoran.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus meningkatkan program edukasi dan sosialisasi keselamatan penggunaan LPG kepada masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan potensi kejadian serupa serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dalam penggunaan LPG di lingkungan rumah tangga. (vv)


















