Intinews | Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan operasional sekaligus melindungi setiap pekerja di lingkungan industri migas. Implementasi K3 tidak hanya berfokus pada kepatuhan prosedur, tetapi juga pada kesiapan individu dalam merespons potensi kondisi darurat secara cepat dan tepat. Salah satu bentuk penguatan kesiapan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi tenaga First Aider di lingkungan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju.
Sejalan dengan hal tersebut, kompetisi First Aider diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Bulan K3 untuk memastikan standar kesiapsiagaan darurat terus terjaga secara konsisten. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi kemampuan sekaligus ruang pembelajaran bersama, sehingga kompetensi pertolongan pertama yang dimiliki pekerja tetap selaras dengan dinamika risiko operasional di lapangan.
Lebih dari sekadar penguatan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemetaan pengembangan kompetensi ke depan. Melalui evaluasi hasil kompetisi, perusahaan dapat mengkaji kembali kebutuhan peningkatan kapasitas, refreshment pengetahuan, maupun penyempurnaan standar praktik pertolongan pertama guna mendukung sistem HSSE (Health, Safety, Security and Environment) yang semakin adaptif dan berkelanjutan.
Pjs. Section Head Health Kilang Pertamina Plaju, Abdul Kadir, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan First Aider menjadi salah satu lapisan perlindungan penting dalam sistem keselamatan kerja.
“First Aider memiliki peran strategis dalam memastikan respons cepat dan tepat ketika terjadi kondisi darurat. Melalui penguatan kompetensi, evaluasi berkala, serta refreshment pengetahuan, kami ingin memastikan kesiapsiagaan tetap terjaga dan mampu menjawab tantangan risiko kerja yang terus berkembang,” ujarnya.
Melalui penguatan peran First Aider, Kilang Plaju terus memperkuat implementasi HSSE guna memastikan operasional berjalan aman, terkendali, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan respon darurat, penguatan kompetensi pekerja, serta optimalisasi sistem pencegahan risiko di setiap lini operasional. Dengan demikian, keandalan operasi dapat terjaga secara konsisten, sekaligus mendukung pencapaian target produksi dan kinerja perusahaan secara optimal. (vv)















