Intinews |PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas terus memperkuat daya saing layanan kepelabuhanan nonpetikemas melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Program High Potential Employee (HiPO) Batch II yang resmi menuntaskan rangkaian pembelajaran dan ditutup melalui Graduation Ceremony di Phinisi Function Hall, Pelindo Tower, Selasa (5/5/2026).
Program HiPO menjadi salah satu inisiatif strategis perusahaan dalam mencetak talenta terbaik yang siap menghadapi kompleksitas operasional sektor multipurpose. Fokus pengembangan mencakup tiga lini utama, yakni General Cargo, Curah Kering, dan Curah Cair yang merupakan tulang punggung layanan nonpetikemas.
Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Basuki Soleh menegaskan bahwa perjalanan peserta HiPO bukanlah proses yang mudah.
“Ini merupakan perjalanan yang tidak sederhana. Para peserta telah melewati berbagai tahapan pembelajaran yang menguji kemampuan. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama sembilan bulan dapat diimplementasikan di seluruh lini Pelindo Group dengan menjunjung budaya kerja anti-fragility dan keselamatan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Edi Priyanto yang menekankan pentingnya keselamatan kerja dalam operasional pelabuhan.
“Dalam terminal multipurpose, risiko keselamatan menjadi perhatian utama. Tidak ada pencapaian yang layak dibanggakan jika aspek keselamatan diabaikan. Lulusan HiPO diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif,” katanya.
Sementara itu, Direktur PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menyoroti pentingnya integritas dan kolaborasi di tengah dinamika global.
“Persaingan usaha di tengah ketidakpastian global menuntut integritas dan sinergi yang kuat. Program HiPO ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi SDM perusahaan,” jelasnya.
Program HiPO Batch II diikuti oleh 30 peserta terpilih dari berbagai unit kerja, mulai dari operasional, perencanaan, HSSE, hingga spesialisasi penanganan muatan. Selama kurang lebih delapan bulan, peserta menjalani pembelajaran berbasis metode 10-20-70, yaitu kombinasi pelatihan formal, pembelajaran sosial, serta praktik langsung di lapangan.
Bambang Sakti menjelaskan bahwa program ini dirancang adaptif sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Durasi program telah dioptimalkan dari 18 bulan pada Batch I menjadi 9 bulan pada Batch II tanpa mengurangi kualitas. Didukung Individual Development Plan, peserta dibekali kompetensi inti, teknis, hingga pendukung yang relevan dengan kebutuhan bisnis,” ujarnya.
Pada momen kelulusan, PTP Nonpetikemas juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik melalui kategori Top Talent dan Top Group. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja, kompetensi, serta kontribusi selama program berlangsung.
Melalui Program HiPO, PTP Nonpetikemas menegaskan komitmennya dalam membangun SDM yang andal, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi bisnis Pelindo Group untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan nonpetikemas yang semakin profesional dan kompetitif di tingkat nasional maupun global. (vv)

















