Intinews | PT Indosat Tbk menegaskan langkah transformasi bisnisnya ke arah perusahaan berbasis kecerdasan artifisial (AI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perseroan juga menyetujui pembagian dividen jumbo senilai Rp3,57 triliun atau Rp111 per saham kepada pemegang saham.
Keputusan ini mencerminkan kinerja solid Indosat di tengah tekanan makroekonomi sepanjang 2025, sekaligus menandai fase pertumbuhan baru berbasis strategi AI North Star yang kini menjadi fokus utama perusahaan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa transformasi berbasis AI bukan sekadar strategi bisnis, tetapi juga upaya menghadirkan dampak luas bagi Indonesia.
“Fokus kami jelas, yaitu mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen,” ujar Vikram.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Indosat dalam mewujudkan semangat #LebihBaikIndosat dengan memberdayakan masyarakat melalui teknologi.
Dalam transformasinya, Indosat terus memperkuat posisi sebagai AI-native telco, dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial ke seluruh lini operasional. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui teknologi hyper-personalization, sekaligus mendorong efisiensi dan produktivitas bisnis.
Tak berhenti di situ, Indosat juga memperluas bisnisnya menjadi AI TechCo, membuka peluang pertumbuhan baru di sektor sovereign AI, komputasi awan (cloud), hingga keamanan siber.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kemitraan global dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kolaborasi ini melahirkan platform Sahabat-AI, yang dirancang sebagai ekosistem terbuka untuk pengembangan solusi AI berbasis kebutuhan lokal Indonesia.
“Melalui kolaborasi ini, kami menghadirkan kapabilitas AI berkelas dunia yang tetap relevan dengan konteks Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan sovereign AI, “jelas Vikram.
Selain itu, Indosat juga mengembangkan AI Grid terdistribusi yang memanfaatkan jaringan dan infrastruktur pusat data nasional. Langkah ini bertujuan memperluas akses AI hingga ke berbagai daerah, mendorong inovasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi digital secara merata.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan manajemen. Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir resmi diangkat sebagai anggota Direksi, sementara Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris.
Manajemen baru ini diharapkan mampu memperkuat eksekusi strategi perusahaan secara lebih lincah dan terarah, terutama dalam mendorong transformasi berbasis teknologi AI.
Di sisi lain, Perseroan juga menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Zulfikar dan Achmad Syah Reza atas kontribusi mereka selama menjabat.
Dengan strategi yang semakin terarah dan dukungan kepemimpinan baru, Indosat optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai penggerak ekosistem AI di Indonesia sekaligus menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (vv)

















