Itinews | Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 di Palembang, Jumat (5/6/2026). Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ajang tahunan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera sekaligus rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.
Pembukaan FESyar Sumatera 2026 dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pimpinan pesantren, hingga komunitas ekonomi syariah dari berbagai daerah di Sumatera.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurutnya, tren ekonomi syariah dunia terus menunjukkan perkembangan positif. Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperkirakan tetap tumbuh kuat pada periode 2025–2026 seiring meningkatnya permintaan produk halal dan berkembangnya industri halal global.
“FESyar bukan sekadar pameran, melainkan wadah implementasi kebijakan yang mempertemukan pelaku usaha, pembiayaan, pasar, pesantren, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi, “ujar Destry.
Ia menjelaskan, aset industri keuangan syariah global diproyeksikan mencapai sekitar USD9,72 triliun pada tahun 2029. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih signifikan dalam rantai ekonomi syariah dunia.
Khusus di Sumatera Selatan, Destry menilai potensi pengembangan ekonomi syariah sangat besar. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 7,72 juta jiwa atau 97,22 persen dari total populasi, Sumsel memiliki modal sosial yang kuat untuk mengembangkan sektor industri halal, keuangan syariah, zakat, wakaf produktif, hingga pemberdayaan pesantren.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumsel sebagai tuan rumah FESyar Regional Sumatera 2026.
Menurut Herman Deru, penyelenggaraan FESyar menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program-program unggulan Sumsel seperti 100.000 Sultan Muda dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren memiliki semangat yang sama, yakni menciptakan generasi muda yang mandiri, produktif, inovatif, dan berdaya saing,” kata Herman Deru.
Selama tiga hari pelaksanaan, 5–7 Juni 2026, FESyar Sumatera menghadirkan tiga pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum.
Berbagai kegiatan digelar mulai dari pameran produk halal, business matching, seminar, pelatihan, kompetisi ekonomi syariah, hingga edukasi publik yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Sebanyak 73 brand UMKM unggulan dari 13 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera turut meramaikan Halal Mart sebagai upaya memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk halal unggulan daerah kepada masyarakat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan FESyar 2026 difokuskan pada penguatan ekosistem halal, perluasan akses keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah masyarakat.
“Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan transformasi digital agar semakin adaptif, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,”ujarnya.
Bambang menambahkan, pengembangan ekonomi syariah juga selaras dengan arah pembangunan Sumatera Selatan, khususnya melalui Program 100.000 Sultan Muda yang bertujuan mencetak lebih banyak wirausahawan muda berbasis nilai-nilai syariah.
Selain itu, Bank Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui replikasi tiga model bisnis unggulan Sumatera Selatan, yakni PESAT untuk penguatan ekonomi pesantren berbasis pangan, UNGGUL untuk optimalisasi wakaf produktif komoditas unggulan daerah, serta BERKAH yang berfokus pada akselerasi sertifikasi halal dan pengembangan pariwisata ramah muslim.
Melalui FESyar Sumatera 2026, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kapasitas UMKM dan pesantren semakin meningkat, akses pembiayaan syariah semakin luas, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan semakin kuat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. (vv)

















