Intinews | Sore itu kawasan Benteng Kuto Besak masih dipadati warga. Beberapa anak muda terlihat sibuk mengambil video dengan latar Jembatan Ampera yang mulai menyala pelan menjelang malam. Di pinggir pedestrian, ada yang asyik live streaming, sebagian lagi duduk santai sambil memainkan game online ditemani pempek dan es kacang merah. Sesekali suara klakson perahu dari arah Sungai Musi terdengar memecah keramaian.
Pemandangan seperti ini kini makin mudah ditemui di Palembang. Internet bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menyatu dengan aktivitas sehari-hari warga kota. Dari urusan kerja, jualan online, mencari hiburan, sampai sekadar berbagi cerita di media sosial.
Melihat perubahan kebiasaan masyarakat itu, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri menghadirkan program Jelajah Tri di Palembang dengan semangat “Lebih Hemat, Sinyal Lancar”.
Program ini tak hanya mengenalkan jaringan internet, tetapi juga mencoba mendekatkan pengalaman digital dengan aktivitas warga sehari-hari. Dari kawasan wisata, pusat kuliner, tempat nongkrong anak muda, hingga area permukiman, semuanya kini semakin terkoneksi.
Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan kebutuhan internet masyarakat terus meningkat seiring berkembangnya kebiasaan digital warga.
“Jelajah Tri hadir untuk mengajak pelanggan merasakan langsung pengalaman digital yang lebih hemat dan sinyal yang lancar. Kami ingin pelanggan tetap nyaman terkoneksi di mana pun mereka beraktivitas,” ujarnya.
Di sejumlah kafe kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jakabaring, misalnya, tak sedikit anak muda memanfaatkan internet untuk editing video, meeting online, hingga membuat konten TikTok dan Instagram Reels. Beberapa terlihat membawa laptop sejak sore. Ada pula yang sibuk mencari colokan tambahan sambil sesekali mengecek hasil rekaman video mereka.
Di beberapa sudut kafe, obrolan soal game online juga terdengar hampir di setiap meja. Mulai dari push rank sampai turnamen komunitas kecil-kecilan yang biasa digelar akhir pekan. Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire masih menjadi game yang paling sering dimainkan pelanggan Tri di Palembang. Karena itu, Tri menghadirkan produk H3RO untuk mendukung pengalaman bermain game yang lebih stabil.
Perkembangan media sosial ikut mendorong munculnya tren city exploration di kalangan anak muda Palembang. Banyak konten kreator lokal kini aktif membagikan hidden gem kota, mulai dari tempat makan legendaris, sudut tepian Sungai Musi, sampai lokasi nongkrong baru yang sedang ramai dibicarakan di TikTok.
Di tengah tren itu, koneksi internet yang stabil menjadi hal yang hampir selalu dicari. Upload video sambil nongkrong, live streaming, tethering saat kerja mobile, hingga mencoba berbagai tools AI kini makin sering dilakukan masyarakat.
Tak heran jika penggunaan internet di Palembang terus meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat sebagian besar warga kota sudah menggunakan telepon genggam dalam aktivitas sehari-hari. Angka tersebut memperlihatkan bagaimana pola hidup masyarakat ikut berubah dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat perubahan itu, Tri menghadirkan berbagai layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Mulai dari paket Happy dengan kuota hemat, layanan internet rumah HiFi Air, hingga bonus akses AI tools seperti Google Gemini dan Adobe Express untuk mendukung produktivitas pengguna.
“Internet sekarang bukan cuma soal komunikasi. Banyak masyarakat memanfaatkannya untuk belajar, bekerja, membangun usaha online, sampai mencari peluang baru lewat platform digital. Kami ingin jaringan Tri bisa mendukung semua aktivitas itu,” tambah Agus.
Kehadiran jaringan Indosat 5G juga mulai memberi pengalaman internet yang lebih cepat di sejumlah titik kota. Aktivitas seperti video conference, streaming kualitas tinggi, upload konten, hingga bermain game online kini bisa dilakukan lebih nyaman.
Bagi banyak warga Palembang, perkembangan teknologi digital kini terasa semakin dekat dengan keseharian. Dari warung kopi sederhana hingga kawasan ramai di pusat kota, orang-orang tetap ingin terhubung, berbagi cerita, atau sekadar mengunggah momen kecil mereka hari itu.
Saat malam mulai turun di tepian Sungai Musi dan lampu Ampera memantul di permukaan air, sebagian pengunjung masih terlihat sibuk dengan ponselnya. Ada yang mengedit video sebelum diunggah, ada pula yang tetap bertahan menyelesaikan game bersama teman-temannya. Di tengah ritme kota yang terus bergerak, internet perlahan bukan lagi sekadar teknologi, melainkan sudah menjadi bagian dari cara warga Palembang menikmati kotanya sendiri. (vie)

















