Intinews | Inovasi kuliner menjadi salah satu cara Luminor Hotel Palembang menghadirkan pengalaman berbeda bagi para tamunya. Tak hanya menyajikan hidangan utama, hotel ini juga memberi sentuhan baru pada jajanan pasar dengan menghadirkan bingka berwarna merah muda (pink) hingga aneka camilan yang berganti setiap hari.
Di tengah dominasi jajanan tradisional dengan tampilan yang cenderung seragam, Chef Pastry Luminor Hotel Palembang memilih melakukan pendekatan berbeda. Wingko, kue tradisional jawa yang identik dengan warna putih atau kecokelatan, disulap menjadi lebih menarik melalui sentuhan warna tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.
Chef Pastry Luminor Hotel Palembang, Vani Octavia, mengatakan ide tersebut berawal dari keinginan menghadirkan sesuatu yang baru agar tamu tidak bosan dengan pilihan jajanan pasar yang itu-itu saja.
“Orang biasanya melihat makanan dari tampilannya terlebih dahulu. Karena itu kami mencoba membuat wingko dengan warna yang lebih menarik. Resepnya kami pelajari dari berbagai referensi, lalu kami kembangkan sendiri sesuai karakter Luminor,” ujarnya pada media, Jumat (10/7/2026).
Tak hanya menghadirkan tampilan berbeda, Luminor juga mengembangkan berbagai varian rasa, mulai dari original, nangka hingga durian. Menurut Vani, perpaduan aroma kelapa dengan buah-buahan tersebut memberikan cita rasa yang lebih kaya dan menjadi salah satu favorit tamu.
Meski demikian, seluruh varian tidak disajikan setiap hari. Hotel menerapkan sistem rotasi menu agar tamu yang menginap lebih dari satu malam tetap menemukan pengalaman kuliner yang berbeda setiap harinya.
“Kalau menunya sama terus, tamu pasti bosan. Karena itu kami selalu melakukan pergantian menu,” katanya.
Selain wingko, area pastry juga menghadirkan beragam camilan lain seperti takoyaki, kue cubit, pancake, dan sejumlah kudapan lainnya yang disajikan secara bergantian.
Kehadiran takoyaki menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi jajanan manis yang lebih dulu mendominasi buffet. Camilan khas Jepang tersebut dipilih karena memiliki cita rasa gurih dan cukup diminati berbagai kalangan, terutama anak-anak.
“Menu manis sudah banyak, jadi kami ingin menghadirkan pilihan yang gurih. Takoyaki salah satunya karena cukup disukai tamu,” jelas Vani.
Ia mengungkapkan, proses menghadirkan menu baru tidak selalu berangkat dari tren kuliner. Banyak ide lahir dari evaluasi rutin tim dapur ketika melihat variasi hidangan mulai terasa monoton.
Menurutnya, inovasi menjadi bagian penting dalam industri perhotelan, terutama untuk menjaga minat tamu yang datang berulang kali. Dengan rotasi menu dan pengembangan resep secara berkala, Luminor Hotel Palembang ingin memastikan setiap kunjungan menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda.
Tak hanya menawarkan hidangan bercita rasa lokal, hotel ini juga memadukan sentuhan kuliner nusantara dan internasional dalam buffet hariannya. Strategi tersebut menjadi upaya Luminor Hotel Palembang menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih variatif sekaligus memperkenalkan jajanan tradisional dengan tampilan yang lebih modern tanpa meninggalkan cita rasa aslinya. (vv)

















