Intinews | Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Minggu (4/9/2026).
Jarak pandang turun di bawah batas minimal. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Palembang akhirnya mengalami penundaan, termasuk penerbangan yang harus menunda proses pendaratan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena jarak pandang yang tidak memenuhi batas aman penerbangan.
“Sejumlah penerbangan mengalami penundaan akibat kabut asap dengan jarak pandang di bawah batas minimal,” kata Ahmad Syaugi Shahab.
Dari data yang disampaikan, sedikitnya 15 penerbangan keberangkatan terdampak.
Di antaranya IU 921 tujuan Jakarta, QG 989 tujuan Batam, IU 302 tujuan Pangkalpinang, JT 246 tujuan Batam, IU 964 tujuan Medan, QG 987 tujuan Jakarta dan GA 107 tujuan Jakarta.
Kemudian AK 461 tujuan Kuala Lumpur, QG 985 tujuan Jakarta, IU 923 tujuan Jakarta, GA 109 tujuan Jakarta, IU 879 tujuan Jakarta, IU 935 tujuan Yogyakarta, ID 7052 tujuan Halim Perdanakusuma dan GA 119 tujuan Jakarta.
Untuk GA 119 tujuan Jakarta, jadwal keberangkatan yang semula pukul 18.25 WIB baru terealisasi pukul 19.02 WIB.
Sementara pada penerbangan kedatangan, sedikitnya 16 penerbangan ikut terdampak.
Di antaranya IU 933 dari Yogyakarta, GA 102 dari Jakarta, QG 980 dari Jakarta, IU 922 dari Jakarta, QG 984 dari Jakarta, AK 462 dari Kuala Lumpur dan IU 878 dari Jakarta.
Kemudian ID 6870 dari Jakarta, IU 965 dari Medan, ID 7051 dari Halim Perdanakusuma, QG 982 dari Jakarta, IP 314 dari Jakarta, GA 114 dari Jakarta, AK 464 dari Kuala Lumpur, IU 926 dari Jakarta serta IU 303 dari Pangkalpinang.
Ahmad mengatakan kondisi bandara saat ini tetap kondusif. Operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan keselamatan penerbangan.
“Untuk saat ini situasi bandara dalam keadaan kondusif, ” ujarnya.
Pihak bandara juga mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk membantu penanganan penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
“Kami telah mengaktifkan SRA atau Service Recovery Activation,” katanya.
Penumpang diminta mengikuti informasi terbaru dari maskapai maupun pihak bandara terkait perubahan jadwal penerbangan. (vv)

















