Intinews | PLN menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 50 megawatt (MW) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan listrik di Sulawesi saat kemarau berkepanjangan menurunkan debit air sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Dari total tambahan kapasitas tersebut, 20 MW sudah beroperasi. Sementara 30 MW lainnya masih disiapkan untuk segera beroperasi.
Penguatan pasokan dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sidera. PLN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk mengantisipasi dampak penurunan produksi listrik dari pembangkit tenaga air.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi langkah PLN menambah pasokan listrik di wilayahnya. Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan utama masyarakat sekaligus penunjang kegiatan ekonomi dan investasi.
“Listrik ini kebutuhan primer dan masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami kolaborasi dengan PLN untuk mempercepat tambahan pasokan listrik. Dan ini luar biasa, PLN bisa realisasikan tambahan pembangkit di Sulteng. Kami sangat apresiasi PLN, terima kasih,” kata Anwar saat peresmian penguatan sistem kelistrikan Sulawesi di Sidera, Sabtu (17/10).
Warga Kabupaten Sigi, Saidin Ali, juga berharap tambahan pembangkit tersebut bisa membuat pasokan listrik di daerahnya lebih stabil.
“Kami bersyukur sekarang ada tambahan pembangkit di Sidera. Harapannya, listrik di Sigi bisa semakin andal dan menyala terus, jadi masyarakat juga bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan penambahan pembangkit menjadi langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca yang memengaruhi produksi listrik dari PLTA.
“Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” kata Rizal.
Ia menambahkan, penguatan pembangkit juga perlu diikuti kesiapan operasi dan evaluasi sistem secara berkala. Hal ini dilakukan agar kapasitas yang tersedia bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan listrik.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, mengatakan pihaknya mengoptimalkan kesiapan pembangkit melalui pengaturan operasi, pemeliharaan, dan koordinasi antarunit.
“Sesuai arahan Direktur Manajemen Pembangkitan dan didukung oleh Bapak Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi, kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit agar listrik bagi masyarakat bisa terus tercukupi, ” ujar Sujana. (vv)

















