Kegiatan pemadaman dilakukan di sejumlah area operasional dan fasilitas publik bandara, tanpa mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi sektor transportasi udara dalam mendukung upaya global pengurangan emisi karbon.
General Manager Bandara SMB II, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar simbolis, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh pengguna jasa bandara akan pentingnya penghematan energi serta peran aktif dalam menjaga kelestarian bumi. Meskipun dilakukan pemadaman lampu, kami tetap memastikan seluruh operasional penerbangan berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari stakeholder bandara hingga masyarakat umum, untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar.
Earth Hour sendiri merupakan gerakan global yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF). Kampanye ini mengajak individu, bisnis, dan pemerintah di seluruh dunia untuk mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol komitmen terhadap bumi.
Melalui keikutsertaan dalam Earth Hour 2026, Bandara SMB II berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan laju perubahan iklim sekaligus mendorong budaya hemat energi di lingkungan transportasi udara.
Langkah ini juga sejalan dengan tren global di mana bandara-bandara internasional mulai mengadopsi praktik berkelanjutan guna mendukung pembangunan ramah lingkungan dan keberlanjutan bagi generasi mendatang. (vv)

















