Intinews | PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian daftar harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku di seluruh SPBU. Dalam pembaruan terbaru ini, sejumlah jenis BBM tercatat mengalami variasi harga, sementara beberapa lainnya tetap stabil di tengah dinamika pasar energi global.
Berdasarkan data resmi, BBM jenis Pertalite kini berada di harga Rp10.000 per liter. Sementara itu, Pertamax ditetapkan sebesar Rp12.300 per liter dan tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Stabilnya harga Pertamax menjadi sorotan karena produk ini banyak digunakan oleh kendaraan pribadi kelas menengah.
Untuk BBM dengan kualitas lebih tinggi, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.400 per liter. Adapun Dexlite berada di angka Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex menjadi yang tertinggi dengan harga Rp23.900 per liter. Kenaikan harga pada segmen BBM non-subsidi ini dinilai masih mencerminkan tekanan dari harga minyak mentah dunia yang fluktuatif.
Di sisi lain, BBM subsidi seperti Biosolar tetap dipertahankan di harga Rp6.800 per liter. Harga yang relatif rendah ini menjadikan Biosolar sebagai pilihan utama bagi sektor transportasi umum dan logistik, yang sangat bergantung pada efisiensi biaya operasional.
Kebijakan menjaga stabilitas harga, khususnya pada Pertamax, dinilai sebagai langkah strategis pemerintah melalui Pertamina untuk meredam dampak gejolak global terhadap perekonomian domestik. Selain faktor harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi variabel penting dalam penentuan harga BBM di dalam negeri.
Pengamat energi menilai bahwa langkah ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, stabilitas harga energi menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengakses informasi resmi dari Pertamina melalui kanal digital maupun SPBU terdekat guna memperoleh data harga yang valid. Hal ini penting untuk menghindari misinformasi yang kerap beredar, terutama di media sosial.
Dengan penyesuaian harga yang terukur, Pertamina diharapkan mampu terus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan perlindungan terhadap konsumen. (vv)

















