Intinews | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan dan bergerak di zona hijau pada perdagangan sesi I, Selasa (20/1/2026). Kinerja positif IHSG terjadi di tengah mayoritas bursa Asia yang justru melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan global.
IHSG tercatat naik 0,24 persen atau 21,535 poin ke level 9.155,40. Pergerakan pasar didominasi oleh saham-saham yang menguat, dengan 382 saham naik, 287 saham melemah, dan 131 saham stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 46,6 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp16 triliun, mencerminkan minat beli investor domestik yang masih terjaga.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati tekanan sentimen global. Sama seperti perdagangan sebelumnya, aset berisiko, termasuk saham, masih dibayangi oleh ancaman kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat terhadap Uni Eropa. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 10 persen atas barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026, menyusul penolakan negara-negara tersebut terhadap rencana Amerika Serikat untuk membeli Greenland.
Trump juga mengisyaratkan tarif dapat dinaikkan hingga 25 persen pada 1 Juni 2026 apabila tidak tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland, pulau terbesar di dunia yang saat ini berada di bawah kedaulatan Denmark.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyatakan para pemimpin Uni Eropa sepakat bahwa rencana tarif dari Washington berpotensi merusak hubungan transatlantik. Ia menegaskan kebijakan tersebut tidak sejalan dengan semangat dan kerangka perjanjian perdagangan Uni Eropa–Amerika Serikat.
Meski sentimen eksternal masih menekan, pelaku pasar menilai penguatan IHSG menunjukkan ketahanan pasar domestik, didukung oleh rotasi sektor dan optimisme terhadap fundamental ekonomi nasional. (vv)















