Intinews | Kinerja operasional bandara yang dikelola Angkasa Pura Indonesia pada 24 Maret 2026 menunjukkan tren yang beragam. Pertumbuhan signifikan terjadi pada pergerakan penumpang dan pesawat, namun sektor kargo mengalami kontraksi cukup dalam.
Berdasarkan data Posko Monitoring hingga pukul 23.33 WIB, total pergerakan pesawat (aircraft movement) tercatat sebanyak 80 penerbangan atau naik 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 60 pergerakan. Sementara itu, jumlah penumpang (passenger) mencapai 12.846 orang, meningkat 24,5% dari tahun lalu sebanyak 10.317 penumpang.
Namun demikian, kinerja kargo justru mengalami penurunan tajam. Volume kargo hanya mencapai 3,9 ton, turun 52,9% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 8,3 ton. Hal ini menjadi indikator adanya perlambatan distribusi logistik melalui jalur udara.
Dari total pergerakan yang tercatat, penerbangan domestik masih mendominasi dengan 76 pergerakan pesawat dan 12.261 penumpang. Sementara penerbangan internasional tercatat masih sangat terbatas, hanya 4 pergerakan pesawat dengan total 585 penumpang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar domestik tetap menjadi tulang punggung industri penerbangan nasional, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat menjelang periode ramai.
Kinerja ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) tercatat sebesar 65%. Dari total 80 penerbangan, sebanyak 52 penerbangan tepat waktu, sedangkan 28 lainnya mengalami keterlambatan. Angka ini menunjukkan masih adanya tantangan operasional yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Dari sisi okupansi, load factor mencapai 87,9%, menandakan tingkat keterisian kursi yang tinggi. Dari total kapasitas 14.428 kursi, hanya 1.582 kursi yang tidak terisi.
Selain itu, slot utilization tercatat mencapai 100%, menunjukkan bahwa kapasitas penerbangan yang tersedia telah dimanfaatkan secara maksimal oleh maskapai.
Dalam hal pangsa pasar penumpang, maskapai IU memimpin dengan kontribusi 33,3%, diikuti QG (18,4%), GA (12,8%), JT (11,8%), dan ID (11,3%). Sementara dari sisi pergerakan penerbangan, IU juga menjadi yang terbesar dengan 32,5%.
Untuk penerbangan ekstra (extra flight), realisasi masih berada di angka 60,7% dari rencana. Dari 28 penerbangan tambahan yang direncanakan, hanya 17 yang terealisasi.
Secara keseluruhan, kinerja bandara pada 24 Maret 2026 menunjukkan pemulihan yang cukup baik pada sektor penumpang dan pergerakan pesawat. Namun, penurunan signifikan pada kargo serta masih rendahnya OTP menjadi perhatian penting bagi operator dan pemangku kepentingan industri penerbangan. (vv)

















