Intinews | Pengunjung Ekowisata Bukit Pinteir, Bangka Tengah, kini tembus lebih dari 100 orang per bulan. Sebelumnya rata-rata hanya sekitar 50 orang.
Salah satu yang dikembangkan di kawasan itu adalah budidaya anggrek.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui AFT Depati Amir bersama Kelompok EDUBINA mulai mengembangkan 87 tanaman dari 23 spesies sejak Juni 2026.
Tanaman itu ditempatkan di greenhouse berukuran 6 x 2,5 meter.
Beberapa jenis merupakan anggrek yang ditemukan di wilayah Bangka. Di antaranya Grammatophyllum speciosum, Arundina graminifolia, Coelogyne pandurata dan Vanda hookeriana.
Ketua EDUBINA Sumarlin mengatakan anggota kelompok kini punya pengalaman baru dalam merawat anggrek.
“Kami tidak hanya belajar merawat dan mengembangkan tanaman, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjaga tanaman lokal yang menjadi bagian dari kekayaan alam Bangka, ” ujar Sumarlin.
Sebanyak 22 anggota kelompok mendapat pelatihan. Mulai mengenali jenis anggrek, menanam, merawat hingga memilih pohon inang.
Pertamina juga membantu pembangunan greenhouse, pengadaan anggrek dan pelatihan.
Fasilitas kolam pemandian anak dan dewasa ikut disiapkan dengan memanfaatkan sumber mata air di Bukit Pinteir.
Ada juga pendampingan legalitas usaha UMKM.
Dari sisi material, 100 kawat segel bekas mobil Bridger Avtur tidak dibuang. Kawat tersebut dipakai untuk mengikat anggrek pada pohon inang dan rak budidaya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan masyarakat harus ikut terlibat dalam menjaga lingkungan.
“Menjaga keanekaragaman hayati bukan hanya tentang merawat tanaman, tetapi juga menumbuhkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya, “ujar Rusminto.
Ia berharap kawasan Bukit Pinteir terus berkembang sebagai lokasi wisata sekaligus tempat belajar.
“Kami berharap kolaborasi bersama EDUBINA dapat terus berkembang, sehingga Bukit Pinteir tidak hanya menjadi tempat menikmati alam, tetapi juga ruang belajar tentang pelestarian lingkungan, “katanya. (vv)

















