Intinews | PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Argamakmur memberikan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada 50 siswa SMKN 2 Bengkulu Utara, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai manfaat listrik sekaligus risiko yang dapat timbul jika penggunaannya tidak dilakukan dengan aman.
Sosialisasi tersebut melibatkan tim K3L dan KAM PLN ULP Argamakmur bersama TL K3L dan KAM PLN UP3 Bengkulu. Para siswa mendapatkan materi mengenai keselamatan kelistrikan, mulai dari risiko korsleting, bahaya menyentuh instalasi bertegangan, hingga pentingnya menjaga jarak aman dari jaringan listrik.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, mengatakan edukasi keselamatan perlu diperkenalkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Listrik memberikan banyak manfaat dalam kehidupan kita, tetapi harus digunakan dengan cara yang benar dan aman. Karena itu, edukasi kepada pelajar menjadi sangat penting. Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna listrik yang cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Diksi.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kesadaran terhadap keselamatan listrik semakin luas.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan guru SMKN 2 Bengkulu Utara, Fitrianto. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah wawasan siswa mengenai manfaat listrik sekaligus cara menghindari potensi bahaya dalam penggunaannya.
Manager PLN ULP Argamakmur, Ferry Adrianta Ferdani, menilai lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan sejak dini.
“Pemahaman mengenai bahaya listrik sebaiknya dibangun sejak dini. Kami ingin para siswa tidak hanya tahu bahwa listrik sangat bermanfaat, tetapi juga memahami batas aman dalam menggunakannya. Harapannya, kebiasaan aman yang mereka pelajari hari ini bisa diterapkan di rumah dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” kata Ferry.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan perlu dibangun melalui pengetahuan dan kebiasaan yang konsisten.
“Keselamatan bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal kebiasaan. Ketika pelajar sudah terbiasa mengenali potensi bahaya listrik dan tahu apa yang harus dihindari, mereka akan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih peduli terhadap keselamatan. Kami berharap para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing,” ungkap Teguh.
Manfaat kegiatan tersebut juga dirasakan para siswa. Ikbal, siswa kelas XII SMKN 2 Bengkulu Utara, mengaku kini lebih memahami risiko kelistrikan yang selama ini kerap dianggap sederhana.
“Selama ini kami tahu listrik itu bermanfaat, tetapi belum terlalu paham apa saja yang harus dihindari. Dari kegiatan ini kami jadi tahu cara menggunakan listrik dengan lebih aman, termasuk menjaga jarak dari jaringan listrik dan lebih berhati-hati dengan instalasi di rumah. Ilmunya sangat bermanfaat dan bisa kami sampaikan juga kepada keluarga, “ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, PLN ULP Argamakmur berharap pemahaman keselamatan ketenagalistrikan dapat diterapkan para siswa dalam aktivitas sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat, dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga.

















