Intinews | Operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II resmi ditutup setelah berjalan selama lebih dari dua pekan, tepatnya sejak 13 hingga 30 Maret 2026. Penutupan ditandai dengan apel bersama yang melibatkan manajemen dan seluruh pemangku kepentingan bandara pada Senin (30/3/2026).
General Manager bandara, Ahmad Syaugi Shahab, menyampaikan bahwa keberhasilan operasional posko tahun ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa peningkatan trafik selama periode Lebaran dapat diantisipasi dengan baik tanpa insiden berarti.
“Sinergi yang kuat antara operator bandara dan stakeholder membuat pelayanan angkutan Lebaran berjalan optimal dengan pencapaian zero accident,” ujarnya.
Trafik Penumpang Naik 11,6 Persen
Selama periode angkutan Lebaran, Bandara SMB II mencatat total 193.628 penumpang. Angka ini meningkat 11,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Lonjakan tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan 13.826 penumpang dalam satu hari.
Kenaikan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus menegaskan peran strategis bandara sebagai gerbang utama transportasi udara di wilayah Sumatera Selatan.
Pergerakan Pesawat dan Extra Flight Ikut Meningkat
Tak hanya penumpang, jumlah pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan signifikan. Selama periode posko, tercatat 1.277 pergerakan pesawat atau naik 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini didukung oleh 229 penerbangan tambahan (extra flight) dari berbagai maskapai yang melayani rute-rute favorit seperti Jakarta (Cengkareng dan Halim), Yogyakarta, Surabaya, Batam, Pangkal Pinang, hingga Kualanamu.
Langkah ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan serta memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Menurut Syaugi, tren pertumbuhan trafik di awal 2026 menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan sektor transportasi udara. Hal ini juga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder,” jelasnya.
Ke depan, Bandara SMB II diharapkan semakin berperan dalam mendukung konektivitas regional serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan, terutama melalui sektor pariwisata dan perdagangan. (vv)

















