Intinews | Kinerja operasional penerbangan menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam laporan Posko Monitoring harian, total trafik penumpang bandara mencapai 11.057 orang hanya dalam satu hari, menandakan meningkatnya mobilitas masyarakat serta pemulihan sektor transportasi udara yang semakin kuat.
Lonjakan ini turut diikuti peningkatan pergerakan pesawat (aircraft movement) yang mencapai 75 penerbangan, atau naik 15,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi industri aviasi nasional yang terus menunjukkan tren ekspansif sejak awal tahun.
Penerbangan Domestik Masih Jadi Primadona
Mayoritas aktivitas penerbangan masih didominasi rute domestik dengan 73 pergerakan pesawat dan 10.690 penumpang. Sementara penerbangan internasional tercatat masih terbatas, yakni hanya 2 pergerakan pesawat dengan total 367 penumpang.
Tingginya trafik domestik menunjukkan bahwa permintaan perjalanan udara dalam negeri terus meningkat, seiring pertumbuhan aktivitas bisnis, pariwisata, serta kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ketepatan Waktu Tinggi, OTP Capai 84 Persen
Dari total 75 penerbangan, sebanyak 63 penerbangan berhasil beroperasi tepat waktu, sementara 12 penerbangan mengalami keterlambatan. Hal ini membuat tingkat On Time Performance (OTP) harian mencapai 84 persen, yang mencerminkan kinerja operasional bandara tetap terjaga di tengah peningkatan trafik.
Load Factor Tinggi, Kursi Pesawat Terisi Optimal
Tingkat keterisian kursi pesawat atau load factor tercatat mencapai 79,3 persen, dari total kapasitas 13.727 kursi. Angka ini menegaskan bahwa tingkat permintaan penumpang masih stabil dan cenderung meningkat.
Kargo Udara Turun Tajam
Meski trafik penumpang dan pesawat meningkat, sektor angkutan kargo udara justru mengalami penurunan signifikan. Realisasi kargo hanya mencapai 21,8 ton, turun 36,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya perlambatan distribusi logistik melalui jalur udara.
Slot Penerbangan Nyaris Penuh
Efisiensi operasional juga terlihat dari slot utilization yang mencapai 98,7 persen, menandakan pemanfaatan jadwal penerbangan hampir maksimal. Selain itu, realisasi extra flight mencapai 68,4 persen, memperlihatkan adanya tambahan permintaan perjalanan udara di luar jadwal reguler.
Sinyal Kuat Pemulihan Industri Aviasi
Secara keseluruhan, peningkatan trafik penumpang dan pergerakan pesawat pada pertengahan Maret 2026 menjadi indikasi kuat pemulihan industri penerbangan nasional. Jika tren ini terus berlanjut, maka pertumbuhan sektor transportasi udara diprediksi akan semakin agresif dalam beberapa bulan mendatang. (vv)


















