Intinews | Generasi Literasi Masyarakat Sumatera Selatan (Gen LIMAS) kembali menyelenggarakan program pengembangan internal bertajuk Training of Trainers (ToT) x Sekolah Gen LIMAS 6.0 dengan tema “Menguatkan Peran Gen LIMAS sebagai Agent of Change melalui Literasi Keuangan dan Keterampilan Edukasi” di Auditorium Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (8/4/2026)
Kegiatan ini diikuti seluruh anggota Gen LIMAS dan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Abdul Muin Akmal Padang selaku Asisten Direktur Madya Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan, Marissa Deviantara selaku Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, EPK OJK Provinsi Sumatera Selatan, serta Alumni Presiden Gen LIMAS 2025, Nayla Khairunisa.
Program ini menjadi langkah konkret Gen LIMAS dalam memperkuat kapasitas anggotanya sebagai agen perubahan di tengah meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital di masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 66 persen penduduk Indonesia telah menggunakan internet pada 2024. Namun, tingginya akses digital tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi keuangan yang memadai.
Presiden Gen LIMAS 2026, M. Febrin Abiyyu Ilyasa, mengatakan kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi anggota Gen LIMAS dalam menghadapi berbagai program edukasi keuangan ke depan.
“Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat menjadi investasi berharga bagi anggota Gen LIMAS sebagai bekal dalam menghadapi berbagai program Gen LIMAS ke depannya,” ujar Febrin dalam sambutannya.
Sementara itu, Abdul Muin Akmal Padang menyoroti masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan yang dinilai dapat memicu perilaku konsumtif di masyarakat, khususnya generasi muda.
“Rendahnya literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Selatan, dengan kesenjangan 22,26 persen di bawah rata-rata nasional, dapat memicu perilaku konsumtif seperti penggunaan paylater impulsif dan pinjaman online berbunga tinggi. Maka dari itu, pengelolaan keuangan perlu dijadikan lifestyle agar masyarakat lebih bijak dan paham finansial,” ungkap Abdul Muin.
Ia juga menekankan pentingnya metode edukasi yang lebih interaktif dan mudah dipahami agar pesan literasi keuangan dapat diterima secara efektif oleh generasi muda.
Dalam sesi Chat Talkshow, Marissa Deviantara mengajak peserta untuk mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui langkah sederhana namun konsisten.
“Mulai memberanikan diri dengan keterpaksaan dan dilanjutkan dengan kebiasaan, “kata Marissa.
Menurutnya, kesejahteraan finansial dapat dicapai melalui perencanaan keuangan yang tepat dan kesadaran dalam mengelola pendapatan. Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum menggunakan layanan keuangan maupun mengambil pinjaman.
Selain itu, Marissa turut mengimbau generasi muda agar lebih bijak menggunakan media sosial karena berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Nayla Khairunisa menekankan pentingnya menjaga budaya organisasi serta membangun lingkungan yang suportif untuk menciptakan dampak positif di masyarakat.
“Everybody dream a supportive loving safe environment. Yet, nobody realize that kind of environment starts within YOU,” ujar Nayla.
Ia menilai pengaruh yang dimiliki anak muda dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun kolaborasi dan mendorong perubahan sosial yang lebih baik.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif anggota Gen LIMAS dalam sesi pre-test dan post-test selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, Gen LIMAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukatif dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi Z dan milenial di Sumatera Selatan. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Gen LIMAS dapat diakses melalui akun Instagram resmi @gen.limas. (vv)

















