Intinews | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan bersama Badan Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Sumatera Selatan menggelar Seminar Keuangan Syariah dan Kewirausahaan bertajuk “Strategi Investasi Syariah dalam Mengamankan Aset UMKM di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global” di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa, komunitas, akademisi hingga masyarakat umum. Seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis inovasi dan keberlanjutan di Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang berasal dari OJK, Maybank Syariah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel, serta HIPMI Syariah. Pembahasan difokuskan pada strategi investasi syariah, pengelolaan keuangan UMKM, perlindungan konsumen jasa keuangan, hingga penguatan kewirausahaan muda berbasis ekonomi syariah.
Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel, Astri Gani, yang mewakili Ketua Umum BPD HIPMI Sumsel mengatakan, pelaku usaha muda dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi global melalui pengelolaan investasi yang tepat.
“UMKM sebagai tulang punggung perekonomian harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan ekonomi melalui pengelolaan investasi yang bijak dan berorientasi jangka panjang. HIPMI Sumsel terus berkomitmen mendorong pertumbuhan UMKM melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan ekosistem kewirausahaan di Sumatera Selatan, ” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menegaskan bahwa semangat kewirausahaan dalam Islam memiliki relevansi kuat dengan pengembangan ekonomi modern, khususnya dalam membangun UMKM yang kompetitif dan inovatif.
“Islam memiliki DNA saudagar yang kuat, dimana perdagangan, inovasi, dan kebermanfaatan menjadi bagian penting dalam membangun peradaban ekonomi. Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka akses pasar, memanfaatkan teknologi digital, serta menghadirkan keberkahan dan dampak positif bagi masyarakat, ” kata Arifin dalam sesi Leader’s Insight.
Seminar juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama Marviarum Eka Ramdiati, Penulis Buku Semua Bisa Kaya sekaligus Sekretaris Umum BPP HIPMI Syariah. Dalam sesi tersebut dibahas pentingnya penguatan literasi investasi dan pengelolaan keuangan syariah bagi masyarakat maupun pelaku UMKM di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Tak hanya seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Bank Sampah HIPMI Syariah dan Program Sultan Muda Mengaji. Kedua program tersebut dihadirkan sebagai bentuk penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pembangunan karakter generasi muda berbasis keberlanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inklusi keuangan syariah, kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis produk tabungan syariah dari Maybank Syariah kepada peserta seminar.
Melalui kolaborasi tersebut, OJK Provinsi Sumatera Selatan bersama Basnom HIPMI Syariah Sumsel berharap mampu menciptakan generasi wirausaha muda yang cerdas finansial, inovatif, serta berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Sumatera Selatan. (vv)

















