Intinews | Suasana Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, dipenuhi antusiasme masyarakat pada hari ketiga penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (DKG) 7th Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026). Sejak pagi hingga malam, ribuan pengunjung menikmati beragam aktivitas yang memadukan pelestarian budaya, kreativitas generasi muda, ekonomi kreatif, hingga edukasi digitalisasi sistem pembayaran.
Kegiatan diawali dengan Lomba Mewarnai Anak Bertema Ketek Hias yang diikuti ratusan peserta usia dini. Melalui lomba ini, anak-anak diajak mengenal lebih dekat ketek, transportasi tradisional khas Sungai Musi yang menjadi salah satu ikon Kota Palembang, sekaligus mengembangkan kreativitas mereka melalui seni.
Tak jauh dari arena lomba, panggung utama menjadi pusat perhatian saat DKG Top Rank kembali digelar. Kompetisi edukatif tersebut menguji wawasan pelajar mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia, kebijakan kebanksentralan, serta perkembangan sistem pembayaran digital.
Dengan konsep kompetisi yang interaktif, para peserta berlomba menjawab setiap pertanyaan secara cepat menggunakan papan tulis yang telah disiapkan. Selain menjadi ajang adu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi media literasi bagi generasi muda untuk memahami peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Memasuki siang hari, pengunjung disuguhkan Lomba Tari Kreasi x Digitalisasi. Berbagai kelompok tari menampilkan karya yang memadukan kekayaan budaya Nusantara dengan sentuhan teknologi dan kreativitas modern, menggambarkan bahwa tradisi mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Nuansa lokal semakin terasa melalui kegiatan PaSKi (Bekelakar Palembang). Acara diawali dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus, kemudian dilanjutkan lomba bekelakar atau seni bertutur khas Palembang yang selama ini menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pengunjung karena dinilai mampu menghidupkan kembali tradisi humor dan sastra lisan yang mulai jarang dijumpai di tengah perkembangan era digital.
Malam harinya, kemeriahan berlanjut lewat Grand Final Banker’s Idol 2026 yang mempertemukan enam finalis terbaik dari industri perbankan di Sumatera Selatan. Penampilan grup musik D’Asterix sukses menghangatkan suasana sebelum dewan juri menetapkan pemenang kompetisi tersebut.
Tak hanya itu, perhatian pengunjung juga tertuju pada Musisi Jalanan di-QRIS-kan Challenge (Busking Competition). Kompetisi ini menghadirkan konsep unik dengan menggabungkan pertunjukan musik jalanan dan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital.
Inisiatif tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di ruang publik.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ketiga, komedian Kopral Jono berhasil menghibur masyarakat melalui penampilan yang penuh canda dan interaksi hangat bersama penonton.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, saat pembukaan acara pada hari sebelumnya mengatakan, kolaborasi antara Gemilang Palembang Raya dan Digital Kito Galo bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi sekaligus penggerak ekonomi daerah.
“Melalui Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo, kami ingin menunjukkan bahwa transformasi digital dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya. Digitalisasi bukan menggantikan budaya lokal, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Kota Palembang, pelaku UMKM, komunitas, industri perbankan, hingga masyarakat menjadi bagian dari upaya mempercepat inklusi keuangan dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.
Rangkaian Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo 7th Tahun 2026 masih akan berlangsung hingga Minggu (28/6/2026). Berbagai kegiatan menarik masih dapat dinikmati masyarakat, mulai dari expo perbankan dan UMKM, Festival Kuliner Halal Nusantara, Museum Bank Indonesia, aneka perlombaan kreatif, hingga hiburan dari komunitas dan seniman lokal.
Sebagai puncak acara, Closing Ceremony akan menghadirkan penampilan spesial grup musik Armada, yang diharapkan semakin menyemarakkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan digitalisasi menuju Sumatera Selatan yang lebih maju. (vv)

















