Intinews | Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi berbagai ketidakpastian, digitalisasi terus menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi daerah. Di Sumatera Selatan, upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada sistem pembayaran digital, tetapi juga disinergikan dengan penguatan sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal.
Komitmen itu kembali ditegaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan Bincang Bersama Media (BESAMO) – Bincang Ekonomi Santai Membangun Optimisme yang digelar di Palembang, Kamis (18/6/2026). Forum tersebut menjadi wadah penyampaian informasi terkait pelaksanaan Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026, agenda kolaboratif yang akan berlangsung pada 25–28 Juni mendatang di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB).
Kegiatan BESAMO menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang Isnaini Mardani, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang M. Irman. Sejumlah insan media dari berbagai daerah di Sumatera Selatan turut hadir dalam diskusi tersebut.
Dalam paparannya, Bambang Pramono mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS di Sumatera Selatan terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS tercatat mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara volume transaksi menembus 29,53 juta transaksi dengan pertumbuhan 59,63 persen secara tahunan.
Dari sisi pengguna, jumlah merchant QRIS di Sumatera Selatan kini telah mencapai sekitar 1,15 juta, sedangkan pengguna aktif mencapai 1,54 juta orang.
“Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari. Namun ruang untuk tumbuh masih sangat besar, baik dari sisi penggunaan maupun literasi digital masyarakat. Karena itu, Digital Kito Galo terus kami dorong sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan,” kata Bambang.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang mampu meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas akses ekonomi masyarakat, termasuk bagi pelaku UMKM.
Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, Digital Kito Galo dipadukan dengan program Gemilang Palembang Raya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1.343. Kolaborasi ini mengusung tema “Transaksi Digital Inklusif, Wujudkan Ekonomi Sumsel yang Produktif.”
Pemerintah Kota Palembang menyambut positif sinergi tersebut. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Mardani, menilai kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk memperluas implementasi pembayaran digital di berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Digitalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini, kami berharap penggunaan transaksi non-tunai semakin luas, terutama di sektor UMKM, perdagangan, kuliner, pariwisata hingga pelayanan publik. Dampaknya tentu akan mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih efektif dan modern,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, melihat penyelenggaraan GPR x DKG sebagai peluang untuk memperkuat daya tarik wisata kota sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kepada wisatawan.
Menurutnya, perpaduan antara festival kuliner, pameran UMKM, hiburan masyarakat dan digitalisasi pembayaran menjadi konsep yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik sekaligus menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Ketika kunjungan masyarakat meningkat, maka sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga akan ikut bergerak,” kata Irman.
Selama empat hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi beragam kegiatan mulai dari Digital Expo, Festival Kuliner Nusantara, pameran UMKM, edukasi QRIS, kompetisi kreatif, talkshow interaktif, showcase inovasi digital, hingga berbagai hiburan yang melibatkan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.
Tidak hanya itu, untuk memudahkan mobilitas masyarakat menuju lokasi acara, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan juga menghadirkan promo tarif khusus LRT Sumsel sebesar Rp43 pada 25–28 Juni 2026.
Promo tersebut berlaku untuk perjalanan menuju sejumlah stasiun strategis, antara lain Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Ampera, DJKA, Bumi Sriwijaya, dan Asrama Haji. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan transportasi publik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota selama kegiatan berlangsung.
Di tengah geliat ekonomi digital yang terus berkembang, sinergi antara sektor pariwisata, UMKM dan sistem pembayaran modern dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Melalui GPR x Digital Kito Galo 2026, Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Palembang berharap masyarakat tidak hanya menikmati berbagai hiburan dan promosi yang tersedia, tetapi juga semakin akrab dengan transaksi digital yang aman, mudah, dan efisien.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait rangkaian kegiatan, dapat mengakses akun Instagram resmi Bank Indonesia Sumatera Selatan dan Digital Kito Galo.
GPR x DKG 7th Tahun 2026 akan berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di kawasan Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, dengan target memperkuat ekosistem digital, mendorong kunjungan wisata, serta meningkatkan daya saing UMKM Sumatera Selatan. (vv)

















