Intinews | Sebanyak 11 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes TNI kini bertugas di Pertamina Kilang Plaju untuk memperkuat pengamanan objek vital nasional (Obvitnas) sektor energi. Penempatan personel tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional kilang dan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman.
Keberadaan personel BKO di Kilang Plaju merupakan bagian dari total 259 prajurit TNI yang ditempatkan di berbagai unit kerja PT Pertamina (Persero) di seluruh Indonesia.
Senior Vice President Human Capital Management PT Pertamina (Persero), Irzan Noor Rizki, mengatakan pengamanan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Keamanan menjadi fondasi utama agar operasional Pertamina berjalan aman dan berkelanjutan. Sinergi dengan TNI sangat strategis untuk memastikan akses energi kepada masyarakat tetap terjaga tanpa gangguan,” kata Irzan saat kegiatan Penyegaran dan Pengawasan Personel TNI sebagai Tenaga Bantuan Pengamanan di PT Pertamina (Persero), Rabu (15/7/2026).
Liaison Officer (LO) TNI untuk PT Pertamina (Persero), Mayor Jenderal TNI Sinyo, menyebut jumlah personel yang bertugas masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan luasnya aset strategis Pertamina di seluruh Indonesia.
“Saat ini terdapat 259 personel BKO TNI di seluruh Indonesia, termasuk 11 personel di Kilang Plaju. Jumlah itu masih sangat sedikit dibanding luasnya unit kerja Pertamina. Karena itu setiap personel dituntut bekerja maksimal dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Wakil Kepala Pusat Administrasi Personel (Pusminpers) TNI, Laksamana Pertama TNI Agus Lukman, juga mengingatkan bahwa seluruh personel BKO tetap berstatus sebagai prajurit TNI selama menjalankan penugasan di Pertamina. Masa penugasan berlangsung selama dua tahun sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Kilang Plaju merupakan salah satu objek vital nasional milik Pertamina yang memasok kebutuhan BBM untuk wilayah Sumatera bagian selatan. Pengamanan di kawasan kilang melibatkan personel internal perusahaan yang diperkuat personel BKO TNI guna menjaga keamanan fasilitas dan mendukung kelancaran proses produksi hingga distribusi energi. (vv)

















