Intinews | Masyarakat yang selama ini memilih emas fisik untuk berinvestasi kini punya alternatif melalui pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap produk investasi berbasis emas, Exchange Traded Fund (ETF), bisa menarik lebih banyak masyarakat untuk menjadi investor.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Selatan, Hari Mulyono, mengatakan kebiasaan masyarakat membeli emas sudah berlangsung turun-temurun. Produk berbasis emas di pasar modal diharapkan bisa menjadi pilihan lain, terutama bagi masyarakat yang belum pernah berinvestasi di bursa.
“Harapan kami, setelah mereka menggunakan ETF untuk berinvestasi, mereka juga bisa melihat bahwa ternyata ada sarana-sarana investasi lain di pasar modal,” ujar Hari dalam kegiatan Workshop Wartawan dan Media Gathering 2026 di Hotel Harper Palembang, Kamis 8/10/2026.
Menurut dia, produk tersebut menawarkan modal investasi yang relatif lebih terjangkau dibandingkan membeli emas fisik. Selisih harga beli dan jual atau spread juga menjadi salah satu hal yang bisa dipertimbangkan masyarakat.
Hari menyebut jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar satu juta orang dari total penduduk sembilan juta jiwa.
Ia berharap kehadiran ETF dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor. Apalagi, emas sudah dikenal luas sebagai salah satu pilihan investasi masyarakat Indonesia.
Dalam pemaparannya, Hari menyebut sekitar 86,5 persen masyarakat Indonesia telah memiliki emas. Angka tersebut dinilai menjadi potensi bagi pengembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar modal.
Hari juga menilai kondisi ekonomi yang belum terlalu ramai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai mengumpulkan aset keuangan.
“Begitu ekonomi mengalami pertumbuhan positif yang konsisten, permintaan terhadap aset-aset akan meningkat. Itu ruang yang luar biasa bagi kita yang telah memulai terlebih dahulu, ” katanya.
Ia berharap masyarakat yang mulai berinvestasi melalui ETF nantinya juga mengenal instrumen lain di pasar modal.
“Kami berharap, mereka juga bisa melihat bahwa ada sarana-sarana investasi lain di pasar modal yang dapat digunakan untuk mempersiapkan kesejahteraan finansial di masa mendatang, ” tutup Hari. (vv)

















