Kendalikan Inflasi, BI Sumsel Bersama TPID Kota Palembang Gelar Pasar Murah Digital

Intinews | Untuk mengendalikan inflasi pangan di Kota Palembang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan bersinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palembang dan para distributor pangan menggelar Pasar Murah Digital pada 26-27 September 2022, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Sako, Palembang.

Kegiatan ini salah satu bentuk implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2022, yakni untuk senantiasa menjaga kestabilan inflasi pangan di tengah risiko kenaikan harga pangan dan energi di berbagai negara.

Deputi KPwBI Sumsel, Nurcahyo Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa dalam menghadapi tekanan inflasi serta mewujudkan ketahanan pangan, salah satu poin penting yang harus dilaksanakan di daerah adalah dengan melakukan sinergi dan koordinasi baik antara Pemerintah Daerah, Pusat, serta berbagai pihak lainnya.

Untuk itu, Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus melaksanakan berbagai program GNPIP, sebagai wujud sinergi dalam mendorong akselerasi ketahanan pangan dan langkah komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi.

“Bank Indonesia terus berupaya menjaga ketahanan pangan dari sisi suplai dengan pemberian alsintan dan saprodi kepada kelompok tani serta membantu Gerakan Tanam Cabai di Sumatera Selatan antara lain dengan pemberian 77.777 benih cabai merah untuk 500 orang petani milenial di Kab. OKUT, pemberian Program Sosial Bank Indonesia berupa 250 paket benih cabai dan tomat kepada UMKM undangan “Beli Kreatif Sumatera Selatan 2022” serta 200 paket benih cabai merah dan terong kepada para anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Palembang,” ujar Nurcahyo.

Langkah pengendalian inflasi bersama TPID Kota Palembang tentunya tidak akan hanya berhenti dalam kegiatan Pasar Murah ini saja.  Bank Indonesia bersama TPID akan terus melakukan berbagai langkah penguatan pengendalian pangan lainnya antara lain melalui optimalisasi dan perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), fasilitasi distribusi pangan, optimalisasi Gerakan Sumsel Mandiri Pangan, penguatan data neraca pangan serta mendukung penyediaan Alsintan dan Saprodi termasuk pengembangan sektor pangan lainnnya melalui perikanan dan digital farming.

Pasar murah digital ini menjadi lebih spesial, dengan kolaborasi bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Sumsel Babel, dan Perum Bulog Dive Sumsel Babel, sehingga para pembeli dapat melakukan pembayaran berbagai komoditas pangan dengan harga terjangkau tidak hanya secara tunai, namun juga dengan non tunai.

Untuk mendorong semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan pembayaran non tunai, pengunjung pasar murah dapat membeli berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih murah di bandingkan di pasar, misalnya membeli paket 5 kg beras premium hanya dengan membayar Rp40.000,00 saja.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan juga mendorong penggunaan QRIS di pasar murah digital ini bekerja sama dengan Rumah Kopi Sumsel, yakni dengan menyediakan kopi susu hanya dengan membayar melalui QRIS senilai Rp77.

 

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *