Mahasiswa Suarakan 11 tuntutan Untuk Jokowi

Intinews | Aksi damai yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa gabungan dari berbagai Universitas di Kota Palembang berdampak pada kemacetan arus lalu lintas di sekitar kawasan Simpang 5 DPRD Sumsel, Kamis (7/4/2022)

Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan jalanya aksi demo tersebut, memasang barikade berupa kawat berduri menutup akses jalan menuju ke arah Jalan Pom IX, Palembang.

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa tersebut menuntut 11 poin, yang ingin mereka sampaikan secara langsung kepada pihak DPRD Sumsel.

Berikut isi tuntutan yang digaungkan BEM Se Sumatera Selatan, yang hari ini turun ke jalan melakukan aksi demo.

1. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menolak gagasan penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan Presiden.

2. Menuntut Presiden Jokowi untuk menstabikan harga bahan pokok dan menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

3. mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng.

4. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, politik, ekonomi dan kebencanaaan.

5. Mendesak dan menuntut Jokowi menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.

6. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menurunkan harga BBM Pertamax dan menjamin ketersediaan jenis BBM yang diperlukan masyarakat.

7. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi membatalkan kendaikan pajak pertambahan nilai (PPN)

8. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk menghentikan kriminalisasi aktivis, yakni mencabut status tersangka Haris Azhar dan Fatia serta aktivis lainnya dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

9. Mendesak dan menuntutPresiden Jokowi mengevaluasi dan reshuffle jajaran menteri yang membuat kegaduhan di Masyarakat.

10. Mendesak dan menuntut Presiden Jokowi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk menepati janji Kampanye

11. Mendesak DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk melibatkan dan membersamai aliansi BEM Se Sumatera Selatan dalam penyampaian poin tuntutan ke Pemerintah Pusat.

Dalam aksi demo tersebut, mahasiswa menginginkan agar bisa masuk ke dalam area DPRD Sumsel, meminta pihak kepolisian membuka akses kawat berduri yang telah dipasang.

Mahasiswa meminta untuk bertemu dengan Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati, namun yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat.

Akhirnya wakil ketua DPRD Sumsel Muchendi turun kejalan menyambangi dan berdialog dengan para mahasiswa yang sedang berdemo. (vv)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *