Intinews | Komitmen terhadap efisiensi berkelanjutan terus diperkuat PT Pertamina Patra Niaga melalui implementasi Program Cost Optimization di Refinery Unit (RU) Plaju sepanjang 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga operasional yang andal, efisien, dan kompetitif di tengah dinamika industri energi.
Melalui pendekatan terstruktur, program Cost Optimization dijalankan dengan tiga fokus utama, yakni revenue growth, cost saving, dan cost avoidance. Ketiga pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan efektivitas anggaran, serta mencegah potensi biaya yang tidak perlu, sehingga setiap inisiatif memberikan dampak finansial yang terukur.
26 Inisiatif Beri Dampak Finansial Signifikan
Pelaksanaan program yang berlangsung sejak Januari hingga Desember 2025 dikoordinasikan oleh fungsi Operational Performance Improvement (OPI) dengan melibatkan kolaborasi lintas fungsi di lingkungan Kilang Pertamina RU III Plaju. Sinergi ini memastikan setiap usulan efisiensi melalui proses evaluasi dan validasi komprehensif sebelum diimplementasikan secara konsisten.
Sepanjang periode tersebut, Kilang Plaju berhasil menghimpun 26 judul inisiatif Cost Optimization. Seluruhnya telah terverifikasi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan dengan total dampak finansial mencapai USD 6,72 juta.
Capaian ini dinilai mencerminkan efektivitas pendekatan sistematis sekaligus komitmen kolektif pekerja dalam menjaga daya saing operasional kilang.
Raih Dua Penghargaan di Ajang Subholding
Atas kinerja tersebut, Kilang Plaju meraih penghargaan dalam ajang Cost Optimization Award Subholding Refining & Petrochemical 2025 yang digelar pada 5–6 Februari 2026. Dalam ajang tersebut, Kilang Plaju menyabet Juara 1 kategori The Best Value Protection dan Juara 2 kategori The Best Cost Avoidance.
Penghargaan ini mempertegas konsistensi perusahaan dalam menghadirkan efisiensi strategis tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja, kepatuhan regulasi, serta prinsip keberlanjutan.
Manager OPI Kilang Pertamina Plaju, Triadi Lukito, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari budaya perbaikan berkelanjutan yang terus tumbuh di lingkungan kerja.
“Cost Optimization bukan sekadar program penghematan, tetapi upaya membangun pola pikir yang adaptif dan presisi dalam setiap proses kerja. Semangat ini memperkuat fondasi operasional Kilang Plaju,” ujarnya.
Perkuat Budaya Efisiensi Berkelanjutan
Ke depan, Kilang Pertamina Plaju akan terus memperkuat budaya efisiensi sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan. Program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja finansial, tetapi juga menjadi refleksi komitmen seluruh pekerja dalam menjaga operasional yang semakin efektif, tangguh, dan bernilai tambah.
Di tengah tantangan industri energi yang dinamis, strategi efisiensi terukur dinilai menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi nasional. (vv)


















