Intinews | PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pendekar Dewa. Program ini menghadirkan fasilitas wisata edukatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Pagardewa.
Program Pendekar Dewa bertujuan meningkatkan pendapatan warga, memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong inklusivitas kelompok rentan, serta mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Desa Pagardewa selama ini sangat bergantung pada sektor perkebunan karet, yang rentan terhadap fluktuasi harga, keterbatasan akses air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa program dijalankan bertahap dengan fokus pada dampak jangka panjang. Kawasan Danau Kemiri dikembangkan sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa, dilengkapi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. Selain menjadi ruang publik, Danau Kemiri juga berfungsi sebagai sumber air berkapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.
Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat 6.554 kunjungan wisata dengan pendapatan Rp92,48 juta, naik 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.
“Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung ketahanan lingkungan desa,” ujar Eri, Sabtu (17/1/2026).
Program Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar: Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman menstabilkan harga karet melalui Program Stasiun Lateks, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul, dan Sitegas untuk pengembangan madu dan UMKM keluarga petani. Hasilnya, pendapatan petani karet naik 33,3 persen menjadi Rp57,6 juta per tahun, optimalisasi lahan replanting senilai Rp120 juta, serta 28 anggota keluarga, terutama perempuan, memiliki penghasilan mandiri dari UMKM Rp11,38 juta.
Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, menilai program ini komprehensif dan berdampak berkelanjutan.
“Program PGN dijalankan dari hulu ke hilir, mulai pemetaan masalah, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian warga. Ini bukan program sesaat, tetapi memberi manfaat nyata,” ujarnya. (vv)















