Tekan Inflasi, Pasar Murah Digital Rambah Kecamatan Sako

Intinews | Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar, Pemerintah Kota Palembang yang bekerjasama dengan beberapa instansi menggelar pasar digital yang dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Sako, yang berlangsung dua hari, mulai hari ini, Senin, 26-27 September 2022.

Sesuai namanya, transaksi di pasar murah digital ini menggunakan aplikasi QRIS. Dengan menggunakan QRIS, pembeli akan mendapat kemudahan dan diskon.

Asisten III Pemkot Palembang, Zulkarnain, menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk untuk menstabilkan harga akibat naiknya BBM, serta memperkenalkan pada masyarakat tentang digitalisasi.

Program digitalisasi ini juga ada di peraturan Pemerintah nomor 59 tentang digitalisasi terkait pembayaran.

“Ini salah satu strategi juga untuk mengurangi kontak langsung, kita kan tidak tau ada virus segala macam pada barang yang kita sentuh terutama uang. Dengan adanya digitalisasi ini lebih praktis dan efisien, kita dapat bertransaksi lebih cepat dan aman, tidak perlu membawa uang lagi di dompet,” ujar Zulkarnain.

Selain itu, upaya ini untuk meminimalisir inflasi.

“Inflasi itu kan, duit beredar barang tidak ada, atau barangnya ada tapi tidak terjangkau, sehingga itulah yang menimbulkan inflasi. Makanya produk yang kita jangkau, harganya kita stabilkan,” kata Zulkarnain.

Masyarakat antusias dengan acara pasar murah digital. Dengan memakai QRIS, pembelian dapat diskon. Untuk beras harganya Rp40 ribu per 5 kg. Minyak sayur Rp12.500 per kilogram, telur Rp20 ribu perkilo dan lain-lain.

“Selisi harganya sekitar 5000-6000-an dari harga pasaran,” ujar Zulkarnain.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Raimon Lauri, mengatakan, kenaikan BBM berdampak pada ongkos kirim dari barang itu sendiri.

“Dari pantauan kami di pasar induk jakabaring, harga tetap stabil tetapi ongkosnya ini yang naik. Tapi kenaikan itu sepertinya ditanggung oleh distributor,” katanya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, jika ongkos kirim pasca kenaikan BBM mencapai Rp5,5 juta untuk pengiriman dari luar Kota.

“Kita contohkan seperti pengiriman bawang merah, dari brebes ke Palembang yang ongkosnya Rp4 juta jadi 5,5 juta itu ditanggung distributor. Harga tetap dijual seperti yang sebelum kenaikan BBM,” terangnya.

Raimon menjelaskan, tujuan diadakannya pasar murah digital ini juga sekaligus menyosialisasikan Elektronik Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)

“Tujuannya mensosialisasikan ETPD, jadi mensosialisasikan layak menggunakan digital salah satunya QRIS. Jadi masyarakat dapat bertransaksi menggunakan non tunai. Tujuan selanjutnya dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok agar tidak naik lagi. Setelah ini kita lihat dulu ada program lanjutan atau tidak, nanti akan kita buat di setiap kecamatan,” ujar Raimon.

Raimon juga menjelaskan, jika khusus beras harus menggunakan QRIS karena bersubsidi. Dan jika ada yang tidak memiliki smartphone, maka akan didampingi oleh pihak terkait.

“Semua QRIS bisa. Pokoknya kalau yang tidak ada maka akan ada pendampingan seperti dari bank atau dari Bulog langsung,” Raimon menerangkan.

Ditempat yang sama, Camat Sako, Amiruddin Sandy, mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Palembang karena telah memilih Kecamatan Sako sebagai tempat pertama diadakannya pasar murah digital tersebut.

“Untuk Kecamatan Sako, menyiapkan 1 stand, ada beberapa UMKM yang kami tawarkan untuk ikut, ada 4 meja. Di sini ada belasan UMKM ya yang ikut terutama dari Bank terkait seperti Bank Indonesia Sumsel dan Bank Sumsel,” kata Amir.

Dirinya menambahkan, untuk persiapan sudah dilakukan sejak hari Kamis Lalu.

“Sebelumnya sudah kita prepare sejak hari Kamis lalu, tenda juga sudah kami pasang. Jadi kami sosialisasikan pada masyarakat, jika ini akan diadakan 2 hari. Alhamdulillah baru pembukaan sudah ratusan transaksi menggunakan QRIS,” terangnya.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *