Intinews | Produk UMKM Sumatera Selatan mendapat panggung di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sebanyak 14 UMKM binaan Bank Indonesia Sumatera Selatan tampil langsung di Jakarta, sementara 17 UMKM lainnya difasilitasi mengikuti business matching ekspor.
KKI 2026 berlangsung 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Ajang yang digelar Bank Indonesia ini mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, mitra usaha, lembaga pembiayaan dan jaringan bisnis.
Tahun ini KKI mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Semangat yang dibawa adalah “Beudaya, Meusare-Sare” dari Aceh, yang berarti berdaya bersama-sama.
Pembukaan KKI 2026 dilakukan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga juga hadir dalam pembukaan tersebut.
Destry mengatakan penguatan UMKM perlu diarahkan agar pelaku usaha mampu melewati tekanan sekaligus meningkatkan daya saing.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.
Ia menjelaskan, semangat bangkit berkaitan dengan pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Ketangguhan diperkuat melalui struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan daya saing didorong melalui inovasi produk serta perluasan pasar domestik dan ekspor.
14 UMKM Sumsel Bawa Produk Unggulan
KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono membawa 14 UMKM binaan dalam pameran KKI 2026. Sebanyak 10 di antaranya bergerak di sektor wastra dan ready to wear (RtW), dua UMKM aksesori, serta dua UMKM makanan dan minuman olahan. Sejumlah UMKM yang tampil langsung antara lain Putroh Ramadhan, Brilianto, Jamilah x Prafito, Rumah Songket Adis, Pyo Jewelry, Ilham Bahari, Nirmala Songket, Awan Kerupuk 988 dan Pempek Cek Molek.
“Produk yang dibawa cukup beragam. Wastra dan fesyen menjadi salah satu produk yang ditonjolkan, selain aksesori dan makanan olahan khas Sumatera Selatan,” terngan Bambang.
Bagi pelaku usaha, keikutsertaan di KKI menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon pembeli dan mitra bisnis dari berbagai daerah.
Kesempatan itu tidak hanya datang dari pameran. BI Sumsel juga memfasilitasi 17 UMKM mengikuti business matching ekspor, sedangkan 32 UMKM lainnya mengikuti KKI secara daring.
Dengan demikian, partisipasi UMKM Sumsel di KKI 2026 berlangsung melalui beberapa jalur, mulai dari pameran produk hingga pertemuan bisnis dan platform digital.
UMKM Sumsel Perluas Pasar
Sumatera Selatan memiliki sekitar 2,3 juta pelaku UMKM. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi usaha kecil dan menengah dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Namun, memperbesar skala usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi. Akses pasar, pembiayaan, digitalisasi dan kualitas produk juga menjadi kebutuhan yang harus terus diperkuat.
Bank Indonesia mengarahkan pengembangan UMKM melalui tiga strategi, yakni pengembangan ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta penguatan literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.
KKI menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan UMKM dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pengembangan usaha tersebut.
Pada KKI 2026, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran secara luring, sementara lebih dari 1.300 UMKM mengikuti pameran secara daring. Jumlah itu meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Selain pameran, KKI tahun ini menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, termasuk business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, talkshow, pagelaran karya kreatif serta showcase UMKM unggulan.
Penyelenggaraan KKI 2026 juga melibatkan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.
Bagi UMKM Sumsel, keikutsertaan di Jakarta menjadi kesempatan untuk membawa produk daerah bertemu pasar yang lebih luas. Dari pameran, pertemuan bisnis hingga business matching ekspor, peluang tersebut menjadi pintu bagi produk Sumatera Selatan untuk masuk ke pasar nasional dan luar negeri. (vv)

















