Intinews | MIND ID sebagai Holding Industri Pertambangan Indonesia memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui percepatan proyek infrastruktur logistik batu bara milik PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembangunan Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur relasi Tanjung Enim–Kramasan, Sumatera Selatan. Proyek ini diproyeksikan menambah kapasitas angkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun.
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan proyek tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat pasokan energi domestik, terutama untuk sektor kelistrikan dan industri.
“Ketahanan energi adalah kebutuhan strategis nasional. Sebagai pengelola cadangan batu bara, kami berkomitmen memastikan pasokan tetap andal dan berkelanjutan,” ujar Tedy saat kunjungan kerja di Tanjung Enim, Kamis (12/2/2026).
Target Produksi 100 Juta Ton per Tahun
Saat ini, PTBA memiliki kapasitas produksi 43 juta ton per tahun dan menargetkan peningkatan hingga 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Sekitar 52 persen produksi dialokasikan untuk kebutuhan listrik dalam negeri, menjadikan PTBA salah satu tulang punggung bauran energi nasional.
Permintaan batu bara domestik diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, hingga pengembangan hilirisasi mineral di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga 31 Januari 2026, progres pembangunan CHF dan TLS 6–7 telah mencapai 80,81 persen. Untuk mendukung penyelesaian proyek, PTBA memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).
Optimalisasi Logistik Jadi Kunci
Menurut Tedy, optimalisasi logistik menjadi pilar strategis dalam memastikan peningkatan kapasitas produksi dapat diimbangi dengan kelancaran distribusi.
“Kapasitas angkutan adalah prioritas utama. Dengan tambahan infrastruktur ini, PTBA akan semakin solid dalam menjaga stabilitas pasokan batu bara nasional,” jelasnya.
Percepatan proyek ini juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui sinergi holding dan anak usaha, MIND ID optimistis peningkatan kapasitas produksi dan distribusi batu bara akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen energi utama di kawasan, sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan bagi kebutuhan domestik. (vv)















