Intinews | Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi kunci dalam mendukung keberlanjutan sektor energi yang aman dan andal. Pertamina Patra Niaga terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang teknis konstruksi, agar tenaga kerja lokal memiliki keterampilan terstandar dan mampu bersaing di dunia industri.
Dalam mendukung peningkatan kualitas tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui Fungsi R&P Plaju di bawah Direktorat Infrastruktur, Proyek, dan Asset Integrity akan melanjutkan Project Sustainability & Community Development Initiatives, dengan menggandeng UPTD Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktivitas dan Keterampilan Transmigran (BLKPPKT) Dinas Ketenagakerjaan & Transmigrasi Sumsel dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.
Hal ini diwujudkan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelatihan dan Uji Kompetensi Operator Scaffolding di Plaju, Senin (4/5/2026) lalu.
Melalui program ini, sebanyak 24 peserta yang berasal dari masyarakat sekitar Kilang Plaju akan mengikuti pelatihan dan uji kompetensi operator scaffolding. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan teknis yang dibutuhkan industri, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Pjs. GM Project R&P Dumai, Muhammad Rahmad menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal, khususnya di sektor konstruksi dan energi.
“Kami ingin memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang terstandar, sehingga mampu mendukung operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan dan uji kompetensi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, Drs. H. Indra Bangsawan, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam memajukan sektor energi melalui penguatan kompetensi tenaga kerja.
“Kolaborasi ini menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan nasional, sekaligus memberikan dampak positif melalui penciptaan lapangan kerja, “ungkapnya.
Ia juga berharap kerja sama ini dapat terus berkembang ke depan dengan cakupan pelatihan yang lebih luas dan berkelanjutan, sehingga semakin banyak tenaga kerja yang terserap di sektor industri.
Sebagai informasi, kerjasama Pertamina melalui Project R&P Sumatera dengan UPTD BLKPPT Sumsel telah berjalan tiga tahun, dimana pada 2024, telah digelar pelatihan & sertifikasi Welder SMAW 3G, dilanjutkan pelatihan & sertifikasi Instalasi Tenaga Listrik, dan pada tahun 2026 ini akan berlangsung pelatihan & sertifikasi Operator scaffolding.
Melalui sinergi ini, diharapkan lahir tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan sektor energi nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (vv)

















