Intinews | Di balik operasional kilang yang bekerja tanpa henti untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat, terdapat peran penting sumber daya manusia yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menyadari hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus memperkuat kompetensi digital para pekerjanya sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasi di tengah transformasi industri energi yang semakin berbasis data dan teknologi.
Perubahan lanskap industri energi saat ini tidak hanya menuntut modernisasi peralatan dan sistem operasional, tetapi juga kesiapan pekerja dalam memahami serta mengoptimalkan berbagai teknologi yang digunakan dalam proses bisnis perusahaan.
Di lingkungan Kilang Plaju, pemanfaatan teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan operasi, pengelolaan rantai pasok, hingga proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
Karena itu, perusahaan secara konsisten mendorong peningkatan kapasitas pekerja melalui berbagai forum pembelajaran, diskusi lintas fungsi, serta penguatan pemahaman terhadap sistem digital strategis yang digunakan dalam operasional kilang.
Beberapa sistem yang menjadi fokus pengembangan kompetensi antara lain HCAMS (Haverly Crude Assay Management System), GRTMPS (Generalized Refining Transportation Marketing Planning System), dan PDSC (Pertamina Downstream Supply Chain). Ketiga sistem tersebut memiliki peran penting dalam mendukung perencanaan operasi, optimasi bisnis, serta pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap sistem tersebut, pekerja diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja sekaligus memperkuat kemampuan analisis dalam mendukung pengambilan keputusan operasional.
Suasana pembelajaran yang berlangsung tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman antarpekerja. Berbagai tantangan dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi dibahas secara terbuka guna memperkuat kolaborasi dan mempercepat adaptasi terhadap perkembangan digital.
Section Head Refinery Planning Kilang Plaju, Murtina Dwi Lastuti, mengatakan bahwa transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara maksimal.
“Pemanfaatan teknologi yang didukung kompetensi pekerja yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan proses kerja yang lebih efektif, efisien, dan berbasis data. Melalui peningkatan kapabilitas ini, kami berharap keandalan operasi dapat terus terjaga sekaligus mendukung pencapaian target bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Murtina.
Menurutnya, peningkatan kompetensi digital menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada produktivitas perusahaan, tetapi juga memperkuat daya saing organisasi dalam menghadapi dinamika industri energi yang terus berkembang.
Komitmen pengembangan sumber daya manusia tersebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Kilang Plaju dalam menciptakan operasional yang aman, andal, dan efisien. Seiring meningkatnya kebutuhan akan pengelolaan data dan sistem yang semakin terintegrasi, kemampuan pekerja dalam memahami teknologi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan operasional perusahaan.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang adaptif serta pemanfaatan teknologi digital yang terus berkembang, Kilang Plaju optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan industri di masa depan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan kilang dan memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga secara berkelanjutan. (vv)

















