Intinews | Program Sultan Muda terus berkembang. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 10.264 peserta tercatat telah bergabung dalam program pembinaan generasi muda tersebut. Angka itu menjadi salah satu indikator meningkatnya minat anak muda Sumatera Selatan untuk memperkuat kapasitas di bidang kewirausahaan, literasi keuangan, dan ekonomi digital.
Capaian itu disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat membuka Sultan Muda Fair 2026 bertema “Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya” di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Senin (6/7/2026).
“Hari ini peserta Sultan Muda sudah mencapai 10.264 orang. Ini bukan sekadar angka, tetapi aset yang harus kita siapkan agar mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah,” kata Herman Deru.
Menurut Deru, bonus demografi harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus memahami pengelolaan keuangan.
“Anak-anak muda jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga harus paham mengelola keuangan dan mampu menciptakan peluang usaha. Kalau itu dimiliki, mereka akan lebih siap menghadapi persaingan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi OJK Sumsel yang selama ini aktif membangun kolaborasi melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan.
“Kepercayaan masyarakat tentu akan semakin kuat karena kegiatan seperti ini dilaksanakan bersama OJK yang selama ini menjadi salah satu institusi terpercaya di sektor jasa keuangan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menilai pengembangan UMKM tidak bisa hanya mengandalkan kemudahan akses pembiayaan. Menurutnya, pelaku usaha juga harus dibekali kemampuan mengelola usaha, memahami keuangan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian. Tugas kita memastikan mereka memiliki akses pembiayaan, pendampingan, dan kemampuan memanfaatkan teknologi agar bisa terus berkembang,” ujar Arifin.
Ia mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, dunia usaha, hingga platform digital menjadi faktor penting dalam mempercepat lahirnya UMKM yang lebih kompetitif.
Hal senada disampaikan Asisten Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Yopy Prabowo. Berdasarkan kunjungannya ke berbagai daerah selama satu setengah tahun terakhir, ia melihat semangat pelaku UMKM untuk berkembang semakin besar.
“Hampir di setiap daerah kami menemukan semangat yang sama. Pelaku UMKM ingin belajar, ingin berkembang, dan ingin naik kelas. Itu menjadi modal besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.
Menurut Yopy, penguatan UMKM harus terus dilakukan melalui kerja sama lintas sektor agar mampu membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi nasional.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, menyoroti pesatnya perkembangan ekonomi digital yang perlu diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat.
“Di era digital seperti sekarang, tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi. Masyarakat juga harus cerdas mengelola keuangan agar bisa memanfaatkan peluang yang ada secara bijak dan produktif,” kata Adi.
Ia menjelaskan, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan tetap mengutamakan perlindungan konsumen. Menurutnya, OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga menjadi mitra dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat.
Adi juga memaparkan, hingga Mei 2026 jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi hampir Rp122 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Sejak Mei 2022 hingga Mei 2026, sektor aset kripto juga telah menyumbang penerimaan negara sekitar Rp2,06 triliun, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan generasi muda.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Canva Indonesia menyerahkan 1.000 akun Canva Premium senilai sekitar Rp1,14 miliar kepada pelaku UMKM. Bantuan ini diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas promosi digital sekaligus memperkuat identitas merek produk mereka.
Sultan Muda Fair 2026 diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan daring yang terdiri dari pelaku UMKM muda, mahasiswa, komunitas kreatif, serta generasi muda dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pelatihan literasi keuangan, kelas digital, pameran UMKM, hingga sesi berbagi pengalaman dari pelaku usaha yang telah berhasil menembus pasar internasional. (vv)

















