Intinews | Beragam aksesori khas Palembang menjadi salah satu daya tarik dalam pameran UMKM pada rangkaian Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (DKG) 7th Tahun 2026. Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah Masayu Collection, yang menampilkan koleksi bros, pilis pengantin, badong, kalung tapak jajo, hingga aksesori berbahan tembaga, perak, dan emas.
Usaha yang berdiri sejak 2008 itu memasarkan berbagai aksesori berbahan tembaga, perak, hingga emas dengan harga mulai Rp300 ribu sampai puluhan juta rupiah.
Owner Masayu Collection, Maya, mengatakan sebagian besar aksesori berbahan tembaga dibuat oleh perajin di Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, kemudian disepuh dengan lapisan emas.
“Kalau yang tembaga lapis emas, produksinya di Tanjung Batu, Ogan Ilir. Setelah itu disepuh emas,” kata Maya saat di stan pameran Digital Kito Galo di Palembang (27/6/2026).
Menurut Maya, salah satu aksesori yang banyak diminati adalah koin dan ganding yang biasa dikenakan perempuan dalam busana adat Palembang.
“Harganya sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta, tergantung model dan bahannya,” ujarnya.
Selain itu, Masayu Collection juga memproduksi badong, aksesori yang digunakan sebagai kepala ikat pinggang laki-laki dalam pakaian adat.
“Kalau badong pengerjaannya sekitar satu sampai dua hari. Harganya mulai Rp500 ribu,” katanya.
Untuk kebutuhan pengantin adat Palembang, tersedia pilis yang seluruh permukaannya dilapisi emas dan dikerjakan secara handmade.
“Pilis untuk pengantin perempuan. Harganya sekitar Rp1,9 juta karena pengerjaannya handmade dan lapis emas,” jelas Maya.
Di etalase stan-nya juga terpajang berbagai aksesori lain, seperti bros, kalung tapak jajo, biji sepuru, hingga gelang sepuluh yang dibuat sesuai pesanan pelanggan.
“Kami menggunakan bahan tembaga, perak, dan emas. Kalau ada yang pesan gelang sepuluh dari emas juga bisa kami buat,” ujarnya.
Harga produk di Masayu Collection bervariasi. Bros dibanderol mulai Rp300 ribu, sedangkan produk berbahan perak maupun emas nilainya dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Menurut Maya, bros masih menjadi produk yang paling banyak dicari pelanggan.
“Kalau sekarang yang paling laris tetap bros. Anak-anak Gen Z biasanya suka bros bunga. Kalau bros keris harganya sekitar Rp400 ribu, biasanya untuk kepala dinas atau dipakai saat acara resmi,” katanya.
Masayu Collection mulai aktif mengikuti berbagai pameran sejak 2010. Produk aksesori khas Palembang tersebut pernah dipamerkan di Batam dan Riau. Masayu Collection juga pernah mengikuti pameran di Malaysia untuk memperkenalkan produk kerajinan khas Palembang ke pasar yang lebih luas.
Usaha yang dirintis sejak 2008 itu hingga kini masih beroperasi di Jalan Perindustrian I Palembang dan terus mempertahankan produksi aksesori khas Palembang dengan melibatkan perajin lokal. (vv)

















