Intinews | Sebanyak 91 lokasi Program Listrik Desa (Lisdes) di Sumatera Selatan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026. PLN UID S2JB kini mengejar penyelesaian pembangunan di lokasi-lokasi yang sudah siap dikerjakan.
Dari 118 lokasi Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 yang dipetakan di 14 kabupaten/kota, 98 lokasi sudah siap dieksekusi.
Tujuh lokasi lainnya ditargetkan menyusul pada Maret 2027.
Percepatan pembangunan menjadi pembahasan dalam pertemuan General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Apriyadi, M.Si., serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel Hendriansyah, S.T., M.Si.
Dari 98 lokasi yang siap dibangun, PLN akan memasang Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 141,18 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 193,94 kms.
Gardu baru dengan total kapasitas 5.450 kVA juga disiapkan.
Keseluruhan pembangunan tersebut berpotensi membuka akses listrik bagi sekitar 3.769 calon pelanggan.
General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan pihaknya memetakan kendala di setiap lokasi agar persoalan di satu titik tidak menghambat program secara keseluruhan.
“PLN berkomitmen mempercepat pembangunan listrik hingga ke desa dan dusun. Kami tidak ingin kendala di satu lokasi menghentikan keseluruhan program. Karena itu, setiap lokasi kami petakan, kami tentukan langkah penyelesaiannya, dan kami koordinasikan secara intensif dengan pemerintah sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Diksi.
Selain persoalan pembangunan jaringan, PLN meminta dukungan kepala desa dan warga untuk penanganan pohon yang berada di jalur jaringan listrik.
“Kehadiran listrik dapat menjadi pengungkit bagi ekonomi desa, pendidikan, pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, setiap progres kami kawal dan setiap hambatan kami komunikasikan bersama pemerintah agar solusi dapat ditemukan dan manfaat listrik dapat dirasakan masyarakat lebih cepat. Kami juga memohon dukungan Kades dan warga dalam hal pemangkasan dan penebangan pohon disepanjang jarigan listrik” katanya.
Namun, belum semua lokasi bisa langsung dikerjakan.
20 lokasi masih membutuhkan penyelesaian kendala sebelum masuk tahap eksekusi. Lokasinya tersebar di Musi Rawas Utara, Lahat, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).
Sebanyak 12 lokasi menghadapi persoalan geografis dan sosial. Delapan lokasi lainnya berkaitan dengan perizinan kawasan hutan.
Untuk tiga lokasi di kawasan hutan produksi, proses Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) telah berjalan di Kementerian Kehutanan.
Lima lokasi lain membutuhkan perizinan karena jalur jaringan direncanakan melintasi kawasan hutan lindung.
PLN memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.
“Kami tetap mengedepankan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. Dukungan Pemerintah Provinsi sangat strategis untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun kementerian terkait. Harapannya, setiap lokasi yang masih membutuhkan penyelesaian dapat segera mendapatkan jalan keluar sehingga pembangunan dapat dilanjutkan sesuai target,” kata Diksi.
Herman Deru Siap Bantu Percepatan
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi PLN yang menyampaikan progres sekaligus persoalan di lapangan.
Menurutnya, informasi tersebut membuat pemerintah daerah lebih mudah menentukan langkah, terutama untuk persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas daerah dan kementerian.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN yang terus mempercepat pembangunan listrik desa dan secara intens berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi mengenai progres maupun persoalan di lapangan. Dengan informasi yang jelas, kami dapat ikut mengambil langkah konkret, termasuk melakukan konsolidasi dengan pemerintah kabupaten dan kementerian terkait untuk mempercepat penyelesaian hambatan yang memerlukan dukungan lintas sektor,” ujar Herman Deru.
Ia menilai listrik masih menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat, terutama di desa dan dusun yang aksesnya belum memadai.
“Listrik adalah kebutuhan fundamental masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkepentingan memastikan program elektrifikasi dapat berjalan optimal, terutama untuk desa dan dusun yang masih memiliki keterbatasan akses listrik,” katanya.
Kepala Dinas ESDM Sumsel Hendriansyah mengatakan pemerintah daerah akan membantu koordinasi dengan PLN dan pemerintah kabupaten.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah kabupaten agar persoalan yang membutuhkan fasilitasi pemerintah daerah dapat segera ditindaklanjuti. Untuk hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, tentu akan kami dorong melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Tujuannya sama, yaitu memastikan pembangunan listrik desa berjalan sesuai target dan manfaatnya segera diterima masyarakat,” ujar Hendriansyah.
Tiga lokasi di kawasan hutan produksi berada di Kabupaten OKI. Yakni Desa Sungai Ketupak, Kecamatan Cengal; Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang; dan Desa Simpang Tiga Sakti, Kecamatan Tulung Selapan.
Pembangunan di tiga lokasi itu mencakup rencana JTM 93,58 kms dan JTR 8,92 kms untuk melayani 43 calon pelanggan.
Lima lokasi lainnya berada di kawasan hutan lindung.
Lokasinya meliputi Desa Sungai Somor, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI; serta Desa Tanjung Harapan dan Desa Tebat Layang di Kecamatan Sindang Danau, serta Desa Tanah Pilih dan Desa Guntung Jaya di Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan.
Rencana infrastrukturnya terdiri dari JTM 29,13 kms, JTR 12,96 kms, gardu 450 kVA, dengan potensi melayani 409 calon pelanggan.
PLN menargetkan 91 dari 98 lokasi yang sudah siap dieksekusi dapat mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2026.
Tujuh lokasi lainnya ditargetkan menyusul pada Maret 2027.
Program ini menyasar desa dan dusun yang selama ini masih terbatas akses listriknya. Setelah jaringan tersambung, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut diharapkan ikut bergerak. (vv)

















