Intinews | OperaOperasional Pelabuhan SDJ di PALI Beralih dari Diesel ke Listrik PLN 11 MVAional PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (SDJ) di Muara Lematang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mulai beralih dari pembangkit diesel mandiri ke pasokan listrik PLN.
Pasokan sebesar 11 megavolt ampere (MVA) itu telah digunakan untuk kegiatan operasional pelabuhan selama lebih dari satu bulan. Peralihan tersebut menjadi langkah awal elektrifikasi di kawasan logistik PT SDJ.
Ke depan, penggunaan listrik di kawasan tersebut berpotensi meningkat. PT SDJ telah menyiapkan rencana pembangunan fasilitas pengisian daya untuk truk listrik atau EV truck charging station yang membutuhkan tambahan daya hingga 30 MVA.
Mewakili General Manager PLN UID S2JB, Senior Manager Distribusi Faisal Risa mengatakan penyambungan 11 MVA merupakan bagian dari upaya PLN mengikuti kebutuhan energi pelanggan industri.
“Bagi PLN, penyambungan 11 MVA ini bukan sekadar penambahan pelanggan, tetapi bagian dari transformasi penggunaan energi di sektor industri. Kami ingin memastikan pelanggan memperoleh pasokan listrik yang andal untuk mendukung produktivitas, sekaligus membuka peluang elektrifikasi pada tahapan operasional berikutnya,” ujar Faisal.
Untuk menyalurkan daya tersebut, PLN membangun dua penyulang baru, yakni Penyulang JET dan Penyulang BUS.
Pembangunan infrastrukturnya mencakup saluran kabel tegangan menengah sepanjang 9,2 kilometer sirkuit (kms) dan saluran udara tegangan menengah sepanjang 56,1 kms. PLN juga memasang tiga set kubikel gardu induk.
Dengan pembangunan tersebut, total jaringan tegangan menengah 20 kilovolt yang disiapkan untuk mendukung pasokan ke PT SDJ mencapai 65,3 kms.
PT SDJ kini tercatat sebagai pelanggan dengan daya langganan terbesar di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuklinggau.
Perusahaan tersebut juga menjadi pelanggan tegangan menengah ke-42 di PLN UP3 Lubuklinggau dan pelanggan tegangan menengah ke-13 di PLN Unit Layanan Pelanggan Pendopo.
Pekerjaan penyediaan listrik ini melibatkan sejumlah entitas dalam PLN Group. PLN UID S2JB menyediakan tenaga listrik, sedangkan PLN Energy Services (PLN ES) menangani dukungan konstruksi, instalasi, serta pengoperasian dan pemeliharaan (operation and maintenance) infrastruktur kelistrikan pelanggan.
Direktur Perencanaan dan Bisnis Inovatif PLN ES, Robert Aprianto Purba, mengatakan kolaborasi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan secara lebih menyeluruh.
“PLN Group tidak hanya hadir melalui penyediaan tenaga listrik, tetapi juga memberikan dukungan dari sisi pembangunan hingga pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur. Dengan pendekatan ini, pelanggan mendapatkan solusi energi yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan operasionalnya,” ujar perwakilan Manajemen PLN ES.
Dari sisi perusahaan, peralihan ke listrik PLN mulai dirasakan dalam kegiatan operasional pelabuhan. Presiden Direktur PT Titan Infra Sejahtera, Suryo Suwignjo, yang merupakan holding company PT SDJ, mengapresiasi dukungan PLN Group.
“Pasokan listrik PLN sebesar 11 MVA merupakan langkah strategis dalam transformasi operasional PT SDJ. Setelah digunakan selama lebih dari satu bulan, manfaatnya telah kami rasakan dalam mendukung kegiatan pelabuhan. Kami berharap kerja sama dengan PLN Group dapat terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan rencana pengembangan bisnis perusahaan, “ujar Suryo.
Rencana pembangunan EV truck charging station menjadi tahap berikutnya yang disiapkan PT SDJ. Tambahan kebutuhan daya hingga 30 MVA nantinya dapat digunakan untuk mendukung penggunaan truk listrik dalam aktivitas logistik.
Dengan demikian, penyambungan 11 MVA tidak hanya mengubah sumber pasokan energi PT SDJ dari pembangkit diesel mandiri ke jaringan PLN, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik Sumatera Selatan. (vv)

















